May 12, 2022 16:07 Asia/Jakarta
  • Jurnalis Shireen Abu Akleh.
    Jurnalis Shireen Abu Akleh.

Menteri Kebudayaan Lebanon Mohammed Wassam al-Murtada dalam sebuah pernyataan terbaru menanggapi gugurnya reporter Al Jazeera di Palestina.

"Semakin banyak kejahatan yang dilakukan rezim Zionis (Israel), rezim ini akan semakin dekat dengan kehancuran," ujarnya seperti dilansir Farsnews, Kamis (12/5/2022).

Jurnalis Shireen Abu Akleh, 51 tahun, adalah salah satu wartawati paling terkenal di dunia Arab. Dia ditembak mati di kepala pada Rabu (11/5/2022) pagi oleh tentara Zionis.

Abu Akleh bekerja sebagai jurnalis Al Jazeera sejak tahun 1997, setahun setelah jaringan ini diluncurkan. Dia dalah wartawati senior dalam jaringan tersebut

Jurnalis yang telah meliput konflik selama beberapa dekade ini sempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun nyawanya tidak tertolong. Dia meliput serangan militer Zionis di Jenin utara dan kamp pengungsi terdekat.

Abu Akleh mengenakan rompi pers yang dengan jelas menandai dia sebagai seorang jurnalis saat meliput di kota Jenin.

Dia juga mengenakan helm yang ditandai dengan jelas sebagai "PRESS". Wartawan lainnya, Ali Samoudi juga terluka dalam insiden tersebut.

Menteri Kebudayaan Lebanon menekankan bahwa pembunuhan terhadap Shireen tidak akan membunuh hak untuk "pembebasan".

Menurutnya, perlawanan adalah alat yang efektif melawan penjajah, dan bahwa al-Quds akan menang dengan perlawanan.

Pembunuhan terhadap Shireen bukanlah kejahatan pertama yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap jurnalis Palestina.

Menurut Kementerian Informasi Palestina, 45 jurnalis telah gugur syahid di tangan rezim Zionis sejak Intifada Kedua Palestina pada tahun 2000.

Tujuan dari kejahatan rezim Zionis tersebut adalah untuk mencegah penyebaran berita, gambar dan video dari tindakan tidak manusiawi mereka di wilayah pendudukan.

Rezim zionis sedang melakukan kejahatan penghilangan fisik jurnalis untuk mencegah pemberitaan fakta yang terjadi di wilayah pendudukan dan wilayah Palestina. (RA)

Tags