May 21, 2022 13:41 Asia/Jakarta
  • PM Israel, Naftali Bennett
    PM Israel, Naftali Bennett

Perdana Menteri rezim Zionis Israel, Nafali Bennett seraya mengungkapkan kekhawatiran atas keluarnya salah satu anggota kabinet koalisinya dari Knesset mengatakan, masa depan Israel dalam bahaya.

Kabinet Israel berusaha membujuk Gida Rinawi Zoabi, wakil Arab dan deputi ketua Knesset untuk membatalkan keputusannya keluar dari Knesset.

Hari Kamis (20/5/2022), Zoabi mengumumkan dirinya keluar dari Knesset dan koalisi yang berkuasa. Langkah Zoabi ini membuat koalisi berkuasa kini hanya memiliki 59 kursi dari 120 kursi parlemen.

Menurut laporan Anatolia Sabtu (21/5/2022), Naftali Bennett terkait keluarnya salah satu mitra kabinetnya dari parlemen (Knesset) menjelaskan, "Masa depan Israel dalam bahaya dan kita harus berjuang untuk menjaga persatuan rakyat."

Bennett mengklaim bahwa kabinet saat ini, memiliki prestasi di berbagai bidang termasuk melawan penyebaran Corona, pengangguran, kekerasan dan kelumpuhan kabinet.

Hingga satu bulan lalu, kabinet koalisi rezim Zionis memiliki 61 kursi di Knesset, tapi dengan mundurnya Idit Silman dari Partai Yamina pada April lalu membuat kursi koalisi ini berkurang, dan kini dengan mundurnya Zoabi maka jumlah kursi koalisi berkuasa menjadi 59 kursi.

Sementara itu, diprediksikan kubu oposisi rezim Zionis Israel pimpinan Benjamin Netanyahu, mantan perdana menteri, memanfaatkan keluarnya Zoabi dari kabinet koalisi dan di sidang Knesset Rabu menggulirkan usulan pembubaran kabinet serta menuntut penyelenggaraan pemilu dini. (MF)

 

 

 

 

Tags