May 22, 2022 15:09 Asia/Jakarta
  • Irak Protes Penyebutan Nama

Ketua Parlemen Arab keberatan dengan penyebutan nama Israel dalam pernyataan akhir pertemuan Persatuan Parlemen Arab dan menyerukan perubahannya menjadi rezim agresor Zionis.

Ketua Parlemen Irak, Mohammed al-Halbousi hari Sabtu (21/5/2022) memprotes ungkapan "Israel" dalam pernyataan akhir pertemuan darurat Persatuan Parlemen Arab tentang situasi di Al Quds yang berlangsung di Kairo kemarin dan mengusulkan penggantinya menjadi "Rezim Agresor Israel".

Al-Halbousi lebih lanjut menekankan tekad parlemen Irak untuk menyelesaikan rencana pelarangan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.

Sementara itu, komite hukum parlemen Irak mengadakan pertemuan pekan lalu untuk meninjau undang-undang yang melarang normalisasi dan menjalin hubungan dengan rezim Zionis.

Anggota komite hukum parlemen Irak menekankan, "salah satu klausul yang paling penting dari undang-undang ini adalah tindakan hukum setiap kerja sama politik, keamanan, ekonomi, teknis, budaya, olahraga dan ilmiah dengan rezim Zionis di bawah judul apapun,".

Fraksi Sadr yang dipimpin oleh Muqtada al-Sadr sebelumnya telah mengumumkan bahwa Koalisi Pembebasan Tanah Air telah mengajukan proposal ke parlemen Irak mengenai larangan normalisasi hubungan atau interaksi dengan rezim Zionis.

Sementara itu, sumber informasi di parlemen Irak mengatakan bahwa komite yang bertugas merancang undang-undang yang melarang normalisasi hubungan dengan rezim Zionis telah menyelesaikan pekerjaan penyusunan undang-undang tersebut dan menunggu proses pengesahannya.(PH)

 

Tags