Jun 22, 2022 19:25 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Gerakan Sadr Irak, Moqtada Sadr
    Pemimpin Gerakan Sadr Irak, Moqtada Sadr

Pemimpin Gerakan Sadr Irak mengatakan, tidak seperti yang diisukan, Republik Islam Iran, sama sekali tidak mencampuri urusan politik Irak, dan tidak menekan satu pun kelompok Syiah negara ini.

Moqtada Sadr, Rabu (22/6/2022) menuturkan, "Republik Islam Iran tidak pernah sekali pun menekan kelompok Syiah Irak, dan rumor yang mengatakan bahwa penyebab keluarnya Gerakan Sadr dari perpolitikan Irak, ancaman adalah Iran, bohong dan tidak benar."

Ia menambahkan, sebagian kelompok di Irak tengah melakukan sabotase politik dan menekan beberapa fraksi politik lain. Sadr tidak akan bekerja sama dengan kelompok-kelompok semacam ini, dan meminta seluruh fraksi politik untuk islah dan menyelamatkan Irak dengan berani.

Sebelumnya Moqtada Sadr meminta anggota fraksi Sadr di Parlemen Irak untuk menuliskan pengunduran dirinya dan disampaikan beberapa hari ke depan.

"Saya tidak punya minat pada kekuasaan dan politik, saya hanya ingin mengungkap setiap tiran yang zalim. Mayoritas adalah milik kami bukan pihak lain, saya tidak akan berpartisipasi dalam pemerintahan konsensus," tegasnya.

Beberapa hari setelahnya, kantor berita Irak, mengabarkan persetujuan Parlemen negara ini atas pengunduran diri Moqtada Sadr. (HS)

Tags