Jun 26, 2022 11:48 Asia/Jakarta
  • Dinas Keamanan Otorita Ramallah
    Dinas Keamanan Otorita Ramallah

Muqawama Palestina menyatakan, Otorita Palestina terus melayani penjajah Zionis dengan melanjutkan kebijakan penahanan politiknya.

Otorita Palestina meski mendapat permintaan dari berbagai partai, faksi, dan rakyat Palestina untuk menghentikan koordinasi keamanan dengan Tel Aviv serta mengakhiri pendekatan ini, tetap saja melanjutkan kerja sama keamanan dengan rezim Zionis dengan penahanan politik dan mencegah aksi protes rakyat terhadap Tel Aviv. Otorita Palestina dilaporkan menangkap puluhan aktivis sosial dan politik yang menentang kebijakan tersebut.

Menurut laporan laman Palestine al-Youm, berbagai faksi muqawama Palestina Sabtu (25/6/2022) malam di statemennya menekankan, berlanjutnya pendekatan penahanan politik Otorita Palestina, aksi penyerbuan rumah warga dan penghinaan terhadap rakyat Palestina, bukan langkah patriotik dan hanya untuk melayani penjajah.

"Otorita Palestina mewakili rezim penjajah al-Quds terus menangkapi para tahanan yang dibebaskan, pejuang Palestina, mahasiswa dan anggota asosiasi buruh," papar faksi muqawama.

Seraya mengecam langkah Otorita Ramallah Palestina, faksi-faksi muqawama menuntut pembebasan seluruh tahanan politik dan dihentikannya pemburuan pejuang dan tahanan yang dibebaskan di Tepi Barat.

Di statemen faksi muqawama dijelaskan, pejabat dan dinas keamanan Otorita Ramallah harus menghentikan kebijakannya yang dimaksudkan untuk menyesatkan opini publik dan menumpas kebangkitan rakyat melawan kebijakan rezim penjajah, khususnya di fase sensitif dan berbahaya.

Abdul Latif al-Qanou, juru bicara Hamas seraya menjelaskan bahwa kerja sama keamanan dengan rezim Zionis berlawanan dengan cita-cita dan tuntutan bangsa Palestina, mengatakan, "Otorita Ramallah harus meninjau ulang kerja sama keamanannya dengan rezim Zionis Israel." (MF)

 

Tags