Jun 27, 2022 15:41 Asia/Jakarta
  • Sheikh Nabil Qaouk
    Sheikh Nabil Qaouk

Hizbullah Lebanon merespon berita mengenai kemungkinan normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Rezim Zionis Israel dengan mediasi Amerika Serikat.

Media berbahasa Ibrani baru-baru ini membongkar upaya tak kenal henti dan rahasia Rezim Zionis Israel untuk mensukseskan berkas normalisasi hubungan dengan Arab Saudi sebelum kunjungan Presiden AS, Joe Biden ke kawasan.

Menurut laporan Russia al-Youm, Sheikh Nabil Qaouk, anggota Dewan Pusat Hizbullah mengatakan, ancaman Israel tidak berguna dalam menghadapi peristiwa kejutan dan konstelasi perlawanan, serta tidak mengubah fakta kekuatan Lebanon yang bergantung pada kekuatan konstelasi militer, bangas dan muqawama.

"Segala bentuk koalisi Arab Saudi dengan Rezim Zionis Israel merupakan ancaman langsung dan belati di belakang Lebanon, Palestina, Suriah dan seluruh umat," paparnya.

Spekulasi tentang normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan rezim Zionis muncul setelah situs web berbahasa Ibrani Walla sebelumnya mengumumkan dalam sebuah laporan; Pemerintah Joe Biden secara rahasia memediasi Israel, Arab Saudi dan Mesir untuk mencapai kesepakatan guna menyelesaikan proses pemindahan Kepulauan Tiran dan Sanafir Mesir di Laut Merah ke pemerintahan Saudi. Selain itu, mediasi ini juga mencakup langkah-langkah untuk menormalisasi hubungan antara Rezim Zionis dan Arab Saudi.

Pemerintah Biden yang berencana memperluas kesepakatan Abraham yang membawa beberapa negara Arab ke arah normalisasi hubungannya dengan Rezim Zionis di masa pemerintahan Donald Trump. (MF)

 

Tags