Jul 02, 2022 11:52 Asia/Jakarta
  • Ziyad al-Nakhalah
    Ziyad al-Nakhalah

Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina seraya mengisyaratkan kejahatan Rezim Zionis terhadap bangsa Palestina mengatakan, muqawama akan terus berlanjut hingga mimpi-mimpi Zionis Pembunuh musnah.

Aksi penyerbuan militer dan tentara Rezim Zionis ke berbagai wilayah Palestina, khususnya Tepi Barat selama beberapa bulan terakhir meningkat drastis.

Hak-hak warga tertindas Palestina diabaikan sejak 70 tahun lalu dan berbagai pejabat Rezim Ilegal Israel semakin congkak karena kebungkaman komunitas internasional.

Seperti dilaporkan Tasnim News, Ziyad al-Nakhalah di acara peringatan Syahid Abu Samahdaneh mengatakan, bangsa Palestina tidak akan mengabaikan haknya terhadap janji-janji palsu.

Juni 2006, selama serangan helikopter tempur Israel ke wilayah perbatasan Rafah di selatan Gaza, Jamal Abu Samahdaneh, salah satu komandan muqawama Palestina gugur syahid.

"Bangsa Palestina dan resistensinya tidak akan pernah menerima menjadi jembatan bagi musuh untuk menyeberang ke dalam sejarah dan negara mereka, itulah sebabnya para pejuang hari ini mengorbankan hidup mereka untuk Palestina dan Quds dengan berperang," tambah al-Nakhalah.

Sekjen Jihad Islam Palestina juga menyinggung keterlibatan berkelanjutan penguasa kompromi Arab dengan penjajah dan Amerika Serikat, serta mengajukan pertanyaan, apakah pemimpin Arab dipaksa untuk menghibur dan menyambut musuh sementara bangsa Palestina terus berjuang ?

Empat negara Arab, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan dan Maroko tahun 2020 dan dengan tekanan serta mediasi Amerika, tapan memperhatikan kejahatan Rezim Zionis terhadap bangsa Palestina, menormalisasikan hubungannya dengan Tel Aviv. Langkah tersebut menuai gelombang penentangan di negara-negara Arab dan Islam. (MF)

 

Tags