Jul 05, 2022 02:30 Asia/Jakarta
  • Hamas
    Hamas

Wakil ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), menilai titik lemah terbesar Rezim Zionis adalah adanya ketidakpercayaan internal terhadap rezim ini.

Masjid al-Aqsa sebagai simbol utama identitas Islam-Palestina kota Baitul Maqdis senantiasa menjadi target aksi-aksi destruktif rezim penjajah al-Quds.

Aksi-aksi pelecehan Rezim Zionis ditujukan untuk menghapus identitas Islam Baitul Maqdis dan menggantikannya dengan simbol-simbol Zionisme.

Menurut laporan Kantor Berita Shehab, Saleh al-Arouri Senin (4/7/2022) menjelaskan, rezim penjajah masih melanjutkan pengerukan di bawah Masjid al-Aqsa, tapi tidak menemukan peninggalan bersejarah yang menunjukkan keterikatan Zionis dengan wilayah ini.

Al-Arouri meminta warga Palestina di bumi pendudukan untuk mengarahkan senjata mereka kepada Israel, karena bangsa Palestina tidak akan mundur dari membela kesucian mereka.

Kepada Zionis, al-Arouri mengatakan, mereka harus menyadari bahwa bangsa Palestina memiliki tekad dan kekuatan untuk melancarkan perlawanan mereka terhadap penjajah di kondisi apa pun.

"Hamas membangun hubungannya berdasarkan tujuan utamanya yakni pembebasan Palestina, dan Hamas siap menjalin setiap hubungan yang ditujukan untuk cita-cita ini," papar al-Arouri.

Ia menilai blokade Gaza sebagai blokade paling keras di dunia, karena Jalur Gaza yang melawan rezim Zionis dan di perang melawan penjajah telah mengumumkan penentangannya terhadap mereka dan tidak bersedia menyerah. (MF)

 

 

Tags