Jul 06, 2022 16:13 Asia/Jakarta
  • Kataib Hezbollah Irak
    Kataib Hezbollah Irak

Juru bicara Kataib Hezbollah Irak memprotes kebisuan pemerintah Perdana Menteri Mustafa Al Kadhimi terkait agresi militer Turki. Menurutnya hal itu memaksa Parlemen untuk memakzulkan pemerintahan berkuasa Irak.

Mohammad Muhyi, Rabu (6/7/2022) memprotes berlanjutnya kebisuan pemerintah PM Mustafa Al Kadhimi terkait agresi militer terus menerus yang dilakukan Turki ke Irak, dan keterlibatan Wilayah Otonomi Kurdistan atas pendudukan Turki.

Ia menambahkan, pemerintah PM Mustafa Al Kadhimi karena lemah dan tidak punya tekad untuk melawan penjajahan Turki, maka ia hanya diam dan cukup mengecam, pemerintah Irak tidak pernah menggunakan satu pun instrumen tekanan yang dimiliki, untuk menghadapi kebijakan permusuhan Turki.

Menurut Mohammad Muhyi, sikap ini menunjukan ketidakpedulian nyata pemerintah Irak, dan kelalaian mereka dalam melaksanakan tugas, dan hal ini akan memaksa Parlemen Irak untuk memakzulkan pemerintah.

"Ada masalah penting yang harus diperhatikan, dan itu adalah hak rakyat Irak, untuk melawan penjajahan Turki. Kelompok perlawanan Irak punya kemampuan untuk menyerang pasukan Turki, dan memaksa mereka mundur, sebagaimana sebelumnya berhasil memaksa pasukan Amerika Serikat mundur pada 2011," pungkasnya. (HS)

Tags