Jul 14, 2022 11:28 Asia/Jakarta
  • Sayid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon
    Sayid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menekankan bahwa salah satu pencapaian terpenting Front Perlawanan adalah hancurnya rencana Amerika untuk menciptakan Timur Tengah baru.

Menurut laporan IRIB, Sayid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Libanon, pada hari Rabu (13/07/2022), menyampaikan pidato pada kesempatan peringatan kemenangan Perlawanan dalam Perang 33 Hari tahun 2006 melawan rezim Zionis.

Menurutnya, salah satu pencapaian terpenting dari Perlawanan adalah penghancuran rencana Amerika untuk menciptakan Timur Tengah baru.

Sayid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon

"Salah satu hasil terpenting dari perang 33 hari itu adalah terciptanya perimbangan pencegahan antara Lebanon dan musuh Zionis," kata Nasrallah.

Sekjen Hizbullah mengatakan, "Berkat perimbangan pencegahan, musuh Zionis Israel berpikir seribu kali untuk setiap tindakan militer terhadap Lebanon."

Di bagian lain dari pidatonya, Sayid Hassan Nasrallah mengatakan, "Menteri perang Zionis Israel tahu bahwa ancamannya terhadap Lebanon adalah kata-kata kosong. Zionis Israel tidak berani memasuki Gaza yang telah dikepung selama lebih dari 15 tahun, lalu bagaimana bisa masuk ke Lebanon?"

"Saya menyarankan Gantz untuk mengingat hari-hari terakhir Perang 33 Kari ketika Zionis Israel gagal memasuki stadion kota Bint Jbeil," ujar Nasrallah.

Sekjen Hizbullah Lebanon menekankan bahwa fasilitas yang dimiliki Perlawanan hari ini belum pernah terjadi sebelumnya dan keinginan untuk berperang hari ini lebih kuat dari sebelumnya.

Sekaitan dengan sumur minyak Karish, Sekjen Lebanon mengatakan, "Perlawanan adalah satu-satunya kekuatan yang dimiliki Lebanon untuk memperoleh dan mengekstrak minyak dan gas, dan ekstraksi keduanya adalah kesempatan emas untuk menyelamatkan Lebanon dan pemerintah Lebanon."

Menurutnya, hari ini, ada versi baru dari proyek Asia Barat yang baru, dan perjalanan Biden ke wilayah tersebut juga mengarah ke sana.

Amerika saat ini sangat berbeda dengan Amerika tahun 2003 dan 2006, dan presiden lamanya adalah gambaran wajah Amerika yang telah memasuki tahap penuaan.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon juga mengatakan, Biden datang ke kawasan karena dua alasan. Pertama, untuk meyakinkan negara-negara Teluk Persia agar mengekspor minyak dan gas, dan kedua karena Zionis Israel. Misi pertama dan menentukan Amerika untuk hasil perang Rusia-Ukraina adalah menyediakan gas alternatif Rusia bagi Eropa.

Dia juga mengatakan bahwa presiden Amerika sama sekali tidak menawarkan apa pun kepada rakyat Palestina selama kunjungannya ke Palestina Pendudukan.

"Apa yang seharusnya diminta Joe Biden bukanlah perpanjangan gencatan senjata, tetapi diakhirinya perang dan blokade Yaman," pungkas Sayid Hassan Nasrullah soal gencatan senjata Yaman.(sl)

Tags