Jul 16, 2022 11:41 Asia/Jakarta
  • Kunjungan Joe Biden ke Arab Saudi
    Kunjungan Joe Biden ke Arab Saudi

Kantor Biro Politik Ansarullah Yaman seraya mengecam kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Asia Barat mengatakan, tahapan normalisasi hubungan Riyadh dan Tel Aviv adalah pengkhianatan terhadap Paelstina dan cita-cita al-Quds.

Joe Biden Rabu (13/7/2022) tiba di Palestina pendudukan dan bertemu dengan pejabat Rezim Zionis serta Kepala Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas. Biden Jumat (15/7/2022) berkunjung ke Arab Saudi untuk berpartisipasi di pertemuan yang dihadiri para pemimpin negara-negara Arab.

Menurut laporan FNA, kantor Biro Politik Ansarullah Sabtu (16/7/2022) dini hari dalam sebuah statemennya menyatakan, tujuan kunjungan Biden ke bumi pendudukan dan Arab Saudi adalah pelayanan Washington terhadap Israel dengan mengorbankan keamanan dan stabilitas kawasan.

Seraya menyinggung bahwa pertemuan ini untuk menarget dan merampas hak kebebasan, independensi dan stabilitas bangsa-bangsa kawasan, Ansarullah menegaskan, kunjungan Biden berlangsung dalam serangkaian langkah normalisasi dengan rezim Zionis, yang menunjukkan pengkhianatan terhadap Palestina dan cita-citanya.

Kantor Biro Politik Ansarullah menjelaskan, kunjungan presiden AS digelar ketika Arab Saudi melarang sebagian jamaah haji untuk berziarah ke Baitullah, tapi membuka pintunya untuk Biden.

Arab Saudi juga dilaporkan membuka zona udaranya untuk pesawat Rezim Zionis sejalan dengan langkah-langkah normalisasi yang diumumkan oleh Saudi.

Ansarullah Yaman meminta bangsa Arab dan Islam untuk mengecam kunjungan Biden dan hasil mengerikannya serta untuk menolak semua gerakan rezim boneka. "Kami menyatakan posisi penuh kami dengan saudara-saudara pejuang di Palestina dan seluruh pecinta kekebasan di kawasan serta poros muqawama," tambah Ansarullah.

Biden Sabtu (16/7/2022) dini hari saat jumpa pers di hotel tempat menginapnya di Jeddah seraya menjelaskan bahwa pemimpin Arab Saudi sepakat untuk membuka zona udaranya untuk pesawat Israel, mengatakan dirinya juga telah berbicara dengan pejabat Riyadh mengenai gencatan senjata di Yaman. (MF)

 

Tags