Jul 16, 2022 17:14 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Joe Biden mengunjungi Timur Tengah, Juli 2022.
    Presiden AS Joe Biden mengunjungi Timur Tengah, Juli 2022.

Sejumlah isu penting di berbagai bidang mewarnai perkembangan Asia Barat dalam sepekan terakhir, di antaranya adalah kecaman terhadap kunjungan Presiden Amerika Serikat Joe Biden ke kawasan.

Kantor Biro Politik Ansarullah Yaman seraya mengecam kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Asia Barat mengatakan, tahapan normalisasi hubungan Riyadh dan Tel Aviv adalah pengkhianatan terhadap Paelstina dan cita-cita al-Quds.

Joe Biden Rabu (13/7/2022) tiba di Palestina pendudukan dan bertemu dengan pejabat Rezim Zionis serta Kepala Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas. Biden Jumat (15/7/2022) berkunjung ke Arab Saudi untuk berpartisipasi di pertemuan yang dihadiri para pemimpin negara-negara Arab.

Menurut laporan FNA, kantor Biro Politik Ansarullah Sabtu (16/7/2022) dini hari dalam sebuah statemennya menyatakan, tujuan kunjungan Biden ke bumi pendudukan dan Arab Saudi adalah pelayanan Washington terhadap Israel dengan mengorbankan keamanan dan stabilitas kawasan.

Seraya menyinggung bahwa pertemuan ini untuk menarget dan merampas hak kebebasan, independensi dan stabilitas bangsa-bangsa kawasan, Ansarullah menegaskan, kunjungan Biden berlangsung dalam serangkaian langkah normalisasi dengan rezim Zionis, yang menunjukkan pengkhianatan terhadap Palestina dan cita-citanya.

Kantor Biro Politik Ansarullah menjelaskan, kunjungan presiden AS digelar ketika Arab Saudi melarang sebagian jamaah haji untuk berziarah ke Baitullah, tapi membuka pintunya untuk Biden.

Arab Saudi juga dilaporkan membuka zona udaranya untuk pesawat Rezim Zionis sejalan dengan langkah-langkah normalisasi yang diumumkan oleh Saudi.

Ansarullah Yaman meminta bangsa Arab dan Islam untuk mengecam kunjungan Biden dan hasil mengerikannya serta untuk menolak semua gerakan rezim boneka. "Kami menyatakan posisi penuh kami dengan saudara-saudara pejuang di Palestina dan seluruh pecinta kekebasan di kawasan serta poros muqawama," tambah Ansarullah.

Biden Sabtu (16/7/2022) dini hari saat jumpa pers di hotel tempat menginapnya di Jeddah seraya menjelaskan bahwa pemimpin Arab Saudi sepakat untuk membuka zona udaranya untuk pesawat Israel, mengatakan dirinya juga telah berbicara dengan pejabat Riyadh mengenai gencatan senjata di Yaman.

Jubir Hamas Hazem Qassem

Hamas: Kunjungan Biden ke Israel tidak Menguntungkan Arab

Juru Bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menilai kunjungan presiden AS ke Asia Barat dan Palestina pendudukan sebagai kunjungan buruk dan menguntungkan Rezim Zionis Israel.

Presiden AS Joe Biden dijadwalkan berkunjung ke Palestina pendudukan pada Rabu (13/7/2022) dan kemudian bertolak ke Arab Saudi. Kunjungan ini digelar di saat AS dan Rezim Zionis menghadapi krisis internal.

Hazem Qassem saat diwawancarai wartawan Iran Press di Gaza menekankan, tujuan utama kunjungan Joe Biden ke kawasan adalah upaya membentuk aliansi militer demi kepentingan Rezim Zionis Israel.

Seraya menjelaskan bahwa kunjungan Biden ke Asia Barat dan motifnya tidak menjamin kepentingan bangsa Arab, Hazem Qassem menambahkan, kunjungan ini untuk mengesahkan posisi  Rezim Zionis di kawasan.

Jubir Hamas seraya menentang kunjungan presiden AS ke Palestina pendudukan dan Arab Saudi menegaskan, pengokohan poros muqawama untuk melawan ketamakan Zionis di kawasan sangat penting.

Kunjungan presiden AS ke Palestina pendudukan menuai respon negatif dari rakyat dan berbagai faksi Palestina.

Ansarullah

Ansarullah Sambut Pulihnya Hubungan Hamas dan Suriah

Anggota Dewan Politik Ansarullah Yaman mengapresiasi maksud gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas untuk memulai kembali hubungan dengan Suriah.

Mohammed Al Bukhaiti, Senin (11/7/2022) di akun Twitternya menulis, "Kegembiraan saya atas pulihnya hubungan Suriah dan Hamas, tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, masalah ini sudah terlalu lama."

Salah satu pejabat tinggi Hamas, sehubungan dengan ini mengatakan, "Hubungan Hamas, dan pemerintah Suriah sedang berada dalam koridor untuk pulih secara total, dan dalam beberapa bulan terakhir sejumlah lawatan dilakukan pejabat Hamas ke Suriah."

Situs Rai Al Youm mengutip dua sumber Hamas mengabarkan, "Hamas, 10 tahun setelah memboikot Suriah karena menentang kebijakan pemerintah Damaskus terhadap para pemrotes, memutuskan untuk memulai kembali hubungannya dengan Suriah."

Perubahan sikap Hamas, yang didahului oleh beberapa negara Arab kawasan, dianggap sebagai buah dari perlawanan Damaskus, yang berhasil memaksa kekuatan-kekuatan militer serta politik besar untuk menimbang ulang sikapnya terhadap Suriah.

Iron Dome

Rezim Zionis Pasang Kubah Besi Jelang Kedatangan Presiden AS

Angkatan Bersenjata Rezim Zionis akan memasang sistem anti-rudal Kubah Besi di wilayah-wilayah perbatasan menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat Joe Biden ke wilayah pendudukan.

Dikutip Arab48, Minggu (10/7/2022), militer Rezim Zionis dalam persiapan keamanan kunjungan Joe Biden ke wilayah pendudukan, juga menggelar manuver yang meliputi penerbangan pesawat Angkatan Udara rezim ini.

Selain menggelar manuver militer, dalam rangka menjaga keamanan kunjungan Presiden AS, Angkatan Bersenjata Rezim Zionis akan memasang Kubah Besi untuk mengantisipasi situasi daurat di perbatasan.

Di sisi lain, polisi Rezim Zionis mengumumkan, dalam beberapa hari ke depan, pada petang hari Rabu, lebih dari 16.000 perwira polisi, pasukan penjaga perbatasan dan sukarelawan akan menjaga keamanan, menjaga ketertiban umum dan mengendalikan lalu lintas selama kunjungan Biden.

Aparat keamanan Rezim Zionis akan menggelar operasi rumit dan komprehensif yang memusatkan perhatian pada sejumlah wilayah terutama bandara Ben Gurion, dan Al Quds, serta seluruh jalur yang berujung ke dua lokasi tersebut.

Mossad

Pesawat Mossad Mendarat di Riyadh

Media-media Rezim Zionis mengkonfirmasi sebuah pesawat khusus Dinas Intelijen Israel (Mossad) mendarat di Riyadh, Arab Saudi.

Shamoun Aran, wartaran Televisi Kan Israel di laporannya menyatakan, pesawat yang dipakai Mossad Senin (11/7/2022) mendarat di Riyadh, Arab Saudi.

"Sepertinya hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan kunjungan Presiden AS Joe Biden ke kawasan," papar Aran.

Joe Biden akan akan melakukan kunjungan 40 jam ke Palestina pendudukan pada 13 Juli 2022. Kunjungan ini digelar ketika dari satu sisi kabinet Zionis menghadapi krisis politik dan dari sisi lain, kejahatan Rezim Israel terhadap rakyat Palestina meningkat.

Menteri Keuangan Israel, Avigdor Lieberman hari Senin mengaku optimis terkait pembentukan pasar bersama di Timur Tengah termasuk dengan partisipasi Arab Saudi bersamaan dengan kunjungan presiden AS.

"Saya berharap pekan ini dan bersamaan dengan kunjungan Biden akan dibentuk pasar bersama ekonomi dengan partisipasi Arab Saudi di Timur Tengah, karena pasar dapat mengubah total bidang keamanan dan ekonomi," papar Lieberman.

Kunjungan presiden AS ke Arab Saudi dan Palestina pendudukan menuai protes luas di dalam negeri dan berbagai lembaga hak asasi manusia karena mengabaikan pelanggaran HAM di Palestina dan Arab Saudi.

Jubir Hamas Hazem Qassem

Terungkap, Israel Bakar Hidup-Hidup Tentara Mesir, Hamas: Sadis !

Hamas menanggapi terungkapnya aksi pembakaran hidup-hidup puluhan tentara Mesir oleh tentara Rezim Zionis Israel pada perang tahun 1967, dan menyebutnya sebagai bukti sadisme pasukan Zionis.

Dikutip surat kabar Al Resalah, Selasa (12/7/2022) Juru bicara Hamas, Hazem Qassem mengumumkan, "Terungkapnya kejahatan militer Rezim Zionis pada perang tahun 1967, dan pembakaran hidup-hidup puluhan tentara Mesir, menunjukkan parahnya terorisme dan sadisme dalam perilaku para serdadu Zionis, di seluruh perang melawan rakyat Palestina."

Koran Israel Yedioth Ahronoth mengutip Ze'ev Bloch, seorang tentara Israel yang ikut dalam perang tahun 1967 menulis, "Jasad 70 tentara Mesir, dan puluhan tentara lain dikuburkan di tempat ini, tidak ada seorang pun yang tahu. Bloch kala itu berada di lokasi penguburan, dan menyimpan rahasia ini selama 55 tahun."

Ze'ev Bloch menuturkan, "Jasad-jasad yang dibawa, dan dikubur di dalam sumur adalah mereka yang dibakar hidup-hidup. Lokasi yang digunakan untuk membakar mereka, tertutup dan dipenuhi rumput-rumput setinggi satu meter dan berduri, sehingga mudah terlalap api."

Perang Enam Hari tahun 1967 menewaskan 15 hingga 25.000 orang Arab, dan berlangsung dari tanggal 5 hingga 10 Juni 1967.

Mantan Pejabat Intelijen Saudi: Bin Salman Ancaman bagi Seluruh Dunia

Seorang mantan kepala dinas intelijen Arab Saudi mengatakan, Putra Mahkota Saudi adalah seorang psikopat yang mengancam seluruh dunia.

Saad Al Jabri pada Senin (11/7/2022) dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS News menuturkan, "Mohammed bin Salman adalah seorang psikopat, pembunuh di Timur Tengah, dengan sumber daya tak terbatas yang menimbulkan ancaman bagi rakyatnya, bagi Amerika Serikat dan dunia ini."

Ia menambahkan, "Putra Mahkota Saudi adalah seorang psikopat yang tak punya empati, tidak punya perasaan sama sekali, dan tidak belajar dari pengalamannya. Kami sudah menyaksikan kekejaman dan kejahatannya."

Saad percaya suatu hari ia juga akan dibunuh oleh Bin Salman, karena ia memiliki akses ke informasi-informasi sensitif tentang pemerintah Riyadh, dan keluarga kerajaan.

"Orang ini tidak akan pernah berhenti sampai dia melihat saya mati," kata Saad Al Jabri.

Statemen mantan kepala dinas intelijen Saudi yang sekarang tinggal di Kanada ini disampaikan lima hari sebelum kunjungan Presiden AS ke Riyadh, 15-16 Juli 2022 mendatang.

Mossad Latih Aparat Keamanan Bahrain

Sebuah sumber terpercaya melaporkan, Dinas Intelijen Israel (Mossad) melatih dan mempersenjatai aparat keamanan Bahrain.

Menurut laporan MNA Rabu (13/7/2022), Koran Wall Street Journal di sebuah laporannya mengutip petinggi Bahrain menulis, Mossad saat ini melatih aparat keamanan Bahrain serta mempersenjatainya.

"Rezim Zionis Israel sepakat menjual pesawat tanpa awak (nirawak) dan sistem anti-drone kepada Bahrain. Di laporan ini tidak jelas jenis drone atau peralatan militer yang dijual kepada Bahrain," papar Wall Street Journal.

Di laporan ini disebutkan, Mossad dan Shin Bet selama beberapa bulan terakhir bekerja sama dengan Manama untuk melatih agen intelijen mereka.

Wall Street Journal beberapa waktu lalu melaporkan sebuah pertemuan militer yang diatur AS dan Mesir yang dihadiri petingig Tel Aviv dan negara-negara Arab seperti Arab Saudi untuk membentuk aliansi regional.

Pasukan keamanan rezim Zionis Israel

Militer Israel Bentrok dengan Warga Palestina di Al-Quds

Militer Rezim Zionis Israel dilaporkan terlibat bentrokan dengan pemuda Palestina di al-Quds pendudukan.

Untuk meraih ambisi ekspansionisnya, Zionis setiap hari menyerbu berbagai wilayah Palestina dan melukai, menangkap atau membunuh warga Palestina. Sementara itu, bangsa Palestina membalas kejahatan Rezim Zionis dengan melancarkan operasi anti-Israel.

Menurut laporan laman al-Ahed, Selasa (12/7/2022) malam terjadi bentrokan sengit antara militer Rezim Zionis dan pemuda Palestina di Distrik Isawiya di Quds pendudukan.

Selama bentrokan tersebut, militer Rezim Zionis menggunakan gas air mata.

Berbagai sumber Palestina Selasa sore juga melaporkan bentrokan antara pemuda Palestina dan militer Rezim Zionis di kamp Aqabat Jabr di kota Jericho.

Pasukan khusus militer Israel dilaporkan menangkap Sobhi Marqa, pemuda Palestina di antara dua pos pemeriksaan Huwara dan Za'tara di selatan Nablus.

Hak warga tertindas Palestina diinjak-injak Rezim penjajah Israel selama lebih dari 70 tahun. Rezim ini selama kurun waktu tersebut melakukan kejahatan mengerikan terhadap bangsa Palestina.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Sayid Hassan Nasrallah

 

Nasrallah: Capaian Perlawanan, Menghancurkan Ide Timur Tengah Baru

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menekankan bahwa salah satu pencapaian terpenting Front Perlawanan adalah hancurnya rencana Amerika untuk menciptakan Timur Tengah baru.

Menurut laporan IRIB, Sayid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Libanon, pada hari Rabu (13/07/2022), menyampaikan pidato pada kesempatan peringatan kemenangan Perlawanan dalam Perang 33 Hari tahun 2006 melawan rezim Zionis.

Menurutnya, salah satu pencapaian terpenting dari Perlawanan adalah penghancuran rencana Amerika untuk menciptakan Timur Tengah baru.

"Salah satu hasil terpenting dari perang 33 hari itu adalah terciptanya perimbangan pencegahan antara Lebanon dan musuh Zionis," kata Nasrallah.

Sekjen Hizbullah mengatakan, "Berkat perimbangan pencegahan, musuh Zionis Israel berpikir seribu kali untuk setiap tindakan militer terhadap Lebanon."

Di bagian lain dari pidatonya, Sayid Hassan Nasrallah mengatakan, "Menteri perang Zionis Israel tahu bahwa ancamannya terhadap Lebanon adalah kata-kata kosong. Zionis Israel tidak berani memasuki Gaza yang telah dikepung selama lebih dari 15 tahun, lalu bagaimana bisa masuk ke Lebanon?"

"Saya menyarankan Gantz untuk mengingat hari-hari terakhir Perang 33 Kari ketika Zionis Israel gagal memasuki stadion kota Bint Jbeil," ujar Nasrallah.

Sekjen Hizbullah Lebanon menekankan bahwa fasilitas yang dimiliki Perlawanan hari ini belum pernah terjadi sebelumnya dan keinginan untuk berperang hari ini lebih kuat dari sebelumnya.

Sekaitan dengan sumur minyak Karish, Sekjen Lebanon mengatakan, "Perlawanan adalah satu-satunya kekuatan yang dimiliki Lebanon untuk memperoleh dan mengekstrak minyak dan gas, dan ekstraksi keduanya adalah kesempatan emas untuk menyelamatkan Lebanon dan pemerintah Lebanon."

Menurutnya, hari ini, ada versi baru dari proyek Asia Barat yang baru, dan perjalanan Biden ke wilayah tersebut juga mengarah ke sana.

Amerika saat ini sangat berbeda dengan Amerika tahun 2003 dan 2006, dan presiden lamanya adalah gambaran wajah Amerika yang telah memasuki tahap penuaan.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon juga mengatakan, Biden datang ke kawasan karena dua alasan. Pertama, untuk meyakinkan negara-negara Teluk Persia agar mengekspor minyak dan gas, dan kedua karena Zionis Israel. Misi pertama dan menentukan Amerika untuk hasil perang Rusia-Ukraina adalah menyediakan gas alternatif Rusia bagi Eropa.

Dia juga mengatakan bahwa presiden Amerika sama sekali tidak menawarkan apa pun kepada rakyat Palestina selama kunjungannya ke Palestina Pendudukan.

"Apa yang seharusnya diminta Joe Biden bukanlah perpanjangan gencatan senjata, tetapi diakhirinya perang dan blokade Yaman," pungkas Sayid Hassan Nasrullah soal gencatan senjata Yaman.

Pelanggaran Gencatan Senjata Koalisi Saudi Terus Berlanjut

Pasukan koalisi Saudi telah melanggar gencatan senjata Yaman 257 kali dalam 24 jam terakhir.

Dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain, Arab Saudi telah melakukan agresi militer terhadap Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara itu melalui darat, laut dan udara.

Perang yang digelar Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sejauh ini telah menyebabkan kematian lebih dari enam belas ribu orang Yaman, melukai puluhan ribu orang, dan memaksa jutaan orang Yaman mengungsi.

Gencatan senjata di Yaman, yang telah berulang kali dilanggar oleh koalisi agresor Saudi, akhirnya diperpanjang dua bulan lagi sekitar sebulan yang lalu, menyusul konsultasi PBB untuk memperbaruinya.

Menurut kantor berita resmi Yaman (SABA), koalisi Saudi melanggar gencatan senjata PBB dengan melakukan penerbangan pengintaian di atas provinsi Marib, Taiz, al-Jawf, Hudaydah, al-Dali' dan sejumlah poros perbatasan pada Kamis (14/07/2022) dini hari.

Sesuai dengan laporan ini, pesawat pengintai dan bersenjata dari koalisi Saudi menargetkan rumah-rumah warga dan posisi pasukan Yaman di provinsi Hudaydah dan al-Dali'.

Laporan ini menambahkan bahwa pasukan koalisi Saudi menargetkan posisi pasukan militer dan komite rakyat serta rumah warga Yaman di provinsi Marib, Hajjah, Taiz, al-Dali' dan Hudaydah dengan serangan artileri berat, roket dan mortir.

Sebelumnya, Mehdi al-Mashat, Kepala Dewan Tinggi Politik Yaman mengumumkan bahwa kami menerima gencatan senjata karena untuk mengurangi penderitaan bangsa Yaman dan dengan tujuan mencapai solusi komprehensif untuk mengakhiri agresi dan pembatalan blokade Yaman, tetapi pintu gencatan senjata tidak akan tetap terbuka, dan kami tidak akan membiarkan koalisi Saudi menggunakannya untuk menyerang rakyat Yaman.

Demonstrasi Warga Gaza Protes Kunjungan Biden ke Palestina Pendudukan

Warga Palestina memprotes kunjungan Presiden AS ke Palestina Pendudukan dengan menggelar aksi unjuk rasa di Jalur Gaza dan menganggap Washington sebagai mitra dalam kejahatan Tel Aviv.

Presiden AS Joe Biden memulai perjalanannya ke Asia Barat dengan memasuki Wilayah Pendudukan pada Rabu, (13/07/2022).

Asosiasi Media Palestina mengadakan rapat umum di pusat Kota Gaza pada hari Kamis (14/7) dan mengumumkan bahwa organisasi internasional dan hukum harus mengambil sikap praktis dengan menghapus rezim Zionis dari lingkaran media dan kalangan internasional karena melakukan teror terhadap jurnalis Aljazeera Shireen Abu Akle.

Mohammed Abu Qamar, Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Palestina juga mengatakan bahwa Amerika terlibat dalam apa yang dilakukan rezim Zionis terhadap anggota media.

Kelompok-kelompok Palestina, ketika mengumumkan penentangan mereka terhadap kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Palestina yang diduduki, juga menuntut penyelidikan yang adil atas pembunuhan jurnalis Aljazeera Shireen Abu Akle.

Sementara itu, berbagai komite perlawanan rakyat di Palestina, dalam sebuah pernyataan mengenai kunjungan Presiden AS Joe Biden ke kawasan, menyatakan bahwa tidak ada yang akan menyambut kunjungan Biden ke wilayah Palestina, serta bangsa Palestina dan para pejuangnya agar mengintensifkan Perlawanan dan Intifada, terutama selama perjalanan Biden ke Wilayah Pendudukan.

Komite Perlawanan Rakyat menambahkan bahwa kebijakan mengandalkan negosiasi kompromi dan solusi Amerika adalah kebijakan mandul yang kegagalannya telah terbukti dalam kenyataan dan tidak menghasilkan apa-apa selain perpecahan dan perselisihan di dalam Palestina dan bahkan tidak membebaskan satu jengkal pun dari wilayah Palestina yang diduduki.

Dalam pernyataannya, Komite Perlawanan Rakyat meminta semua negara Arab dan Islam untuk mengekspresikan kehendak bebas mereka dengan menolak aliansi dan normalisasi hubungan dengan rezim penjajah Zionis dan menekankan bahwa rezim ini adalah musuh utama.

Hamas Respon Sikap Riyadh yang Selaras dengan Israel

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) merespon langkah Arab Saudi membuka zona udaranya untuk pesawat Rezim Zionis Israel.

Menurut laporan al-Masirah Jumat (15/7/2022), Hamas saat merespon keputusan Saudi membuka zona udaranya untuk pesawat rezim Israel menyatakan, langkah Arab Saudi ini akan mendorong berlanjutnya aksi-aksi permusuhan Rezim Zionis terhadap Palestina dan umat Islam.

Hamas menekankan, pembukaan zona udara Arab Saudi untuk pesawat rezim Zionis sama halnya dengan memberi hadiah kepada rezim penjajah al-Quds.

Hamas kembali menyatakan penentangannya terhadap proses normalisasi hubungan dengan musuh umat Islam yang melakukan kejahatan keji Yahudisasi dan pembangunan distrik Zionis.

Rezim Zionis dengan membangun distrik Zionis berencana mengubah struktur geografi berbagai wilayah Palestina dan memberi citra Zionis terhadap daerah ini sehingga mampu menstabilkan hegemoninya terhadap wilayah Palestina.

Tanker minyak

AS Klaim Saudi akan Naikan Produksi Minyak, Al Jubeir Bantah

Pemerintah Amerika Serikat mengklaim bahwa Arab Saudi bersedia untuk menaikan produksi minyaknya hingga 50 persen, pada bulan Juli dan Agustus 2022, tapi Menteri Negara urusan Luar Negeri Saudi membantah klaim tersebut.

Dikutip Reuters, Sabtu (16/7/2022), Adel Al Jubeir mengatakan, "Tidak ada kesepakatan apa pun yang dicapai terkait minyak, dan Saudi bersama OPEC mengambil keputusan sesuai situasi pasar, bukan atas dasar histeria atau politik."
 
Pemerintah AS mengatakan, Washington akan memberikan dukungan militer kepada Saudi, dan sebagai imbalannya, Riyadh harus bersedia menjaga keseimbangan pasar minyak dunia.
 
Gedung Putih menyatakan bahwa Saudi bersedia untuk membantu menjaga keseimbangan pasar minyak dunia guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
 
Harga minyak dunia mengalami peningkatan signifikan sejak Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina, yang berujung dengan dijatuhkannya sanksi luas Barat terhadap Moskow.
 
Di sisi lain, Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan mengatakan, peningkatan produksi minyak selepas lawatan Presiden AS Joe Biden ke Saudi, tidak bisa diharapkan

Tags