Jul 22, 2022 15:08 Asia/Jakarta
  • Otoritas rezim Zionis Israel menghancurkan rumah warga Palestina.
    Otoritas rezim Zionis Israel menghancurkan rumah warga Palestina.

Juru bicara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) Mohammad Hamadeh mengatakan, perintah penghancuran rumah-rumah warga Palestina dan upaya mencegah pembangunan di al-Quds tidak akan pernah bisa menghancurkan dan menghapus tanda-tanda sejarah dan Islamnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, rezim Zionis Israel telah merampas dan menguasai banyak bidang tanah milik warga Palestina. Rezim ilegal ini berusaha menghancurkan identitas Arab-Islam dengan menghancurkan makam-makam dan menggantikannya dengan simbol-simbol Zionis.

"Tindakan rezim pendudukan dalam mengeluarkan puluhan perintah untuk menghancurkan dan mencegah pembangunan rumah dan fasilitas perkotaan di al-Quds yang diduduki pada hari-hari terakhir dan niat penjajah untuk memperluas tindakan ini adalah kejahatan baru Zionis dan perang terbuka terhadap keberadaan orang-orang Palestina di kota suci ini," kata Hamadeh pada hari Jumat (22/7/2022).

Dia menambahkan, rezim pendudukan tidak akan pernah berhasil membuat rakyat Palestina menerima tindakan itu dan rezim ini tidak akan pernah berhasil pula untuk menghancurkan monumen bersejarah al-Quds.

"Kota al-Quds adalah sepenuhnya tanah rakyat Palestina dan penjajah tidak memiliki kedaulatan atasnya. Bangsa Palestina yang tangguh dan stabil akan tetap teguh di tanahnya dan akan melawan perang gila ini dengan segala kemampuannya, tidak peduli seberapa kuat upaya AS untuk menutupi kejahatan para penjajah, yaitu upaya yang diwujudkan dalam pernyataan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dan Perdana Menteri rezim Zionis Yair Lapid, dan masyarakat internasional hanya menyaksikannya," pungkasnya.

Dengan menghancurkan rumah-rumah warga Palestina dan membangun pemukiman Zionis di tanah mereka, Israel berusaha mengubah struktur geografis dan struktur populasi wilayah Palestina dan men-Zionisasi wilayah-wilayah itu. (RA)

Tags