Aug 06, 2022 17:12 Asia/Jakarta
  • Serangan balasan pejuang Palestina terhadap rezim Zionis Israel.
    Serangan balasan pejuang Palestina terhadap rezim Zionis Israel.

Perkembangan di negara-negara Asia Barat selama sepekan lalu diwarnai sejumlah isu penting seperti rezim Zionis menjatuhkan 16 ton bahan peledak ke Jalur Gaza.

Angkatan Bersenjata Rezim Zionis dalam kejahatan terbarunya terhadap penduduk Jalur Gaza, menjatuhkan sedikitnya 16 ton bahan peledak ke wilayah itu.

Surat kabar Yedioth Ahronoth, Sabtu (6/8/2022) mengutip sumber militer Rezim Zionis melaporkan, jet-jet tempur dan drone Israel, menembakan rudal ke Jalur Gaza dengan volume bahan peledak sekitar 16 ton.

Dengan mengakui volume bahan peledak yang dijatuhkan terhadap Jalur Gaza, media Zionis ini mengatakan bahwa sistem pertahanan udara Kubah Besi lumpuh dalam menghadapi serangan balasan rudal Palestina.

Juru bicara Hamas, Jazem Qassem mengabarkan, Rezim Zionis tidak bisa meraih kemenangan atas rakyat Palestina dan kelompok perlawanan dalam perang ini.

Membalas serangan brutal Rezim Zionis, sayap militer Jihad Islam Palestina, Brigade Al Quds menembakan lebih dari 100 unit rudal ke distrik-distrik Zionis di sekitar Gaza dan Tel Aviv.

Brigade Al Qassam Sebarkan Foto Dua Tentara Zionis yang Ditawan

Sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine Al Qassam, merilis foto dua tentara Israel yang ditawannya dan kepada pemukim Zionis mengatakan, para pejabat tinggi Rezim Zionis berbohong kepada Anda soal jumlah tawanan.

Dikutip Shehab News, Minggu (31/7/2022), Brigade Al Qassam memublikasikan foto Hadar Goldin dan Oron Shaul, dua tentara Rezim Zionis yang ditawan di Jalur Gaza.

Menurut Brigade Al Qassam, foto yang diberi judul "Pemerintah Berbohong kepada Anda" ini disebarkan ke pemukim Zionis untuk membuktikan bahwa Israel berbohong dan menipu pemukim Zionis terkait kasus tentara yang ditawan di Jalur Gaza.

Setelah memublikasikan foto tentara Rezim Zionis ini, rencananya Juru bicara Brigade Al Qassam akan memberikan pernyataan resmi di akun Twitternya.

Saat ini diketahui Hamas menahan empat tentara Rezim Zionis di Jalur Gaza, yang ditangkap saat perang terbaru, dan pada agresi militer Rezim Zionis ke Gaza.

Nasrullah Peringatkan Israel: Muqawama Siap Hadapi Setiap Skenario

Sekjen Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah), Sayid Hasan Nasrullah di pidato hari ketiga bulan Muharram seraya memperingatkan rezim Zionis Israel menekankan bahwa muqawama siap menghadapi setiap skenario.

Menurut laporan FNA, Sayid Hasan Nasrullah menegaskan, "Kami bukan pihak yang terlibat negosiasi dengan Israel terkait penentuan garis perbatasan maritim, dan kami juga tidak memaksa pihak lain untuk mewakili kami di negosiasi."

Lebih lanjut Sayid Hasan Nasrullah seraya mendukung pemerintah Lebanon di negosiasi ini menekankan, negosiasi penentuan perbatasan laut adalah tanggung jawab pemerintah Lebanon, dan kami tidak akan menveto setiap langkah yang diambil pemerintah.

Seraya menjelaskan bahwa negosiasi penentuan perbatasan laut akan memperjelas metode langkah dan tindakan kami di masa mendatang, Nasrullah menambahkan, "Sikap dan perilaku muqawama terhadap rezim Zionis di masa mendatang tergantung pada hasil negosiasi tak langsung antara Beirut dan Tel Aviv."

Menyikapi masuknya kapal Israel secara ilegal ke zona gas Karish untuk mengekstrak minyak, Nasrullah menandaskan, muqawama Lebanon telah mempertimbangkan opsi untuk menghadapinya, 50 persen mungkin dengan negosiasi dapat diselesaikan dan 50 persen kemungkinan dengan perang.

Sekjen Hizbullah sebelumnya seraya mengisyaratkan friksi Lebanon dan Rezim Zionis terkait ladang minyak Karish mengatakan, muqawama Lebanon akan mencegah Israel mengekstrak minyak, bahkan jika akan berakhir dengan perang.

Ladang minyak Karish seluas 1430 kilometer persegi terletak di garis 29 perbatasan laut Lebanon dan Palestina pendudukan. Lebanon menyatakan bahwa mayoritas ladang minyak ini berada di dalam perbatasan negaranya dan di sisi lain, Rezim Zionis mengklaim seluruh wilayah tersebut berada di bawah kedaulatannya.

Pengiriman kapal eksplorasi minyak Energean Power FPSO dua bulan lalu oleh Israel ke kawasan yang disengketakan di perbatasan Lebanon dan Palestina pendudukan (Karish) telah memicu tensi di hubungan Beirut dan Tel Aviv, dan membawa klimaks perjuangan hak Lebanon atas gas dan minyak di Laut Mediterania.

Statemen Dephan Irak soal Kerusuhan terbaru

Departemen Pertahanan Irak saat merespon kerusuhan terbaru di Zona Hijau Baghdad menekankan, tugas utama aparat keamanan adalah menekan pasukan penyusup dan melawan oknum-oknum yang menyalahgunakan keamanan Irak.

Irak sejak pemilu parlemen pada Oktober tahun lalu krisis politik ketika faksi politik gagal mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintahan.

Menurut laporan FNA Senin (1/8/2022), Dephan Irak saat merespon tensi dan kerusuhan terbaru serta pendudukan parlemen oleh pendukung Sadr, di statemennya menyatakan, militer dan seluruh komandan serta anggotanya siap melayani rakyat Irak.

Masih menurut statemen Dephan Irak, tugas utama aparat keamanan adalah menjaga demonstran dan aset publik serta pribadi dan mencegah segala bentuk pelanggaran keamanan.

Dephan Irak lebih lanjut menekankan tugas aparat keamanan untuk menumpas anasir penyusup dan oknum-oknum yang ingin menyalahgunakan kondisi ini untuk merusak stabilitas dan keamanan negara.

Sementara itu, pekan lalu, setelah 10 bulan ada harapan untuk pembentukan pemerintah baru dengan pencalonan Mohammed Shia' al-Sudani, dan parlemen juga siap memilih presiden dan wakil pertama ketua parlemen, tapi aksi demo pendukung Sadr menolak proses politik yang ada membuat kondisi semakin rumit.

Pendukung Sadr Sabtu (30/7/2022) untuk kedua kalinya selama 72 jam, memasuki gedung parlemen.

Ketua Kantor Muqtada Sadr di Baghdad, Ibrahim al-Jabiri yang bergabung dengan demonstran mengonfirmasi konsentrasi tak terbatas di halaman parlemen. Dengan demikian, para pendukung Sadr menghabiskan malam di halaman dan gedung parlemen, serta melanjutkan aksi mogoknya.

Michel Aoun: Lebanon Tidak akan Menyerah kepada Rezim Zionis

Presiden Lebanon, Michel Aoun menyatakan bahwa negaranya tidak akan menyerah menghadapi rezim Zionis, dan akan terus mempertahankan kedaulatan teritorialnya.

Konflik antara rezim zionis dan Lebanon semakin meningkat mengenai perbatasan laut antara kedua belah pihak, dan Israel mengincar ladang Qana di wilayah Lebanon yang kaya gas. Dua pertiga dari ladang ini terletak di Blok No. 9 Lebanon dan sepertiga terakhir persis di bawah garis ke-23, menjadi daerah yang disengketakan.

Menteri Luar Negeri Lebanon, Abdallah Bou Habib setelah bertemu mediator Amerika Amos Hochstein di Beirut hari Senin (1/8/2022) mengatakan bahwa Lebanon menghadapi banyak masalah, tetapi sikap Lebanon dalam masalah ini satu.

Presiden Lebanon Michel Aoun bersama dengan Ketua Parlemen Nabih Berri dan Perdana Menteri Najib Miqati berpartisipasi dalam upacara peringatan 77 tahun berdirinya Tentara Lebanon.

Dalam upacara ini, Michel Aoun menekankan hak-hak Lebanon di perairan teritorialnya, dan mengatakan, "Ini adalah hak yang tidak pernah bisa kita kompromikan dengan pihak manapun,".

Gedung Parlemen Irak yang Diduduki Pro-Sadr, Dilalap Api

Salah satu bagian gedung Parlemen Irak, yang saat ini masih diduduki oleh para pendukung Moqtada Sadr, dilalap api.

Media Irak, Selasa (2/8/2022) mengabarkan kebakaran di Ruang Tamu Gedung Parlemen Irak, namun sebelum menyebar ke ruangan lain, api berhasil dimatikan. Insiden kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Gedung Parlemen Irak sejak hari Sabtu diduduki oleh para pendukung Moqtada Sadr, dan mereka mengaku akan terus menduduki Parlemen selama Sadr belum memerintahkan untuk menghentikan aksi itu.

Di sisi lain, Komite Koordinator Demonstrasi yang berafiliasi ke Komite Koordinasi Syiah sehari sebelumnya mengatakan, para perusuh yang berafiliasi ke Gerakan Sadr, harus mengosongkan Gedung Parlemen sehingga wakil rakyat bisa beraktivitas kembali.

Para pendukung Moqtada Sadr hari Rabu lalu menggelar demonstrasi memprotes pencalonan Mohammed Shaya'a Al Sudani menjadi Perdana Menteri Irak. Mereka menerobos Zona Hijau, dan menduduki Parlemen.

AS Setuju Jual Rudal Patriot ke Arab Saudi

Departemen Luar Negeri AS menyetujui kontrak penjualan rudal Patriot dan alutsista (alat utama sistem pertahanan) ke Arab Saudi.

Hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Amerika Serikat terjalin pada tahun 1933. Sejak itu, terlepas dari perilaku anti-hak asasi manusia di Arab Saudi, para pemimpin AS tidak pernah meninggalkan salah satu produsen minyak terbesar ini. Bahkan ketika laporan Kongres AS tentang insiden 9/11 dengan jelas menyatakan bahwa 15 dari 19 pembajak adalah warga negara Saudi, sikap Washington terhadap Riyadh tidak berubah.

Badan Kerja Sama Pertahanan AS hari Selasa (2/8/2022) mengumumkan bahwa Kementerian Luar Negeri negaranya telah menyetujui kemungkinan kontrak untuk penjualan rudal Patriot dan alutsista ke Arab Saudi.

Menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Departemen Luar Negeri AS, nilai kontrak ini akan melebihi 3 miliar dolar.

Badan Kerja Sama Pertahanan AS telah mengirim pesan tentang hal ini ke Kongres dan Pentagon, dan menekankan bahwa penjualan rudal ini tidak akan berdampak negatif pada kesiapan tempur dari Angkatan Darat AS.

Kantor berita Reuters dalam sebuah laporan eksklusif baru-baru ini mengutip empat sumber informasi, yang mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden sedang membahas kemungkinan pencabutan larangan penjualan senjata ofensif ke Arab Saudi, tetapi tampaknya setiap keputusan akhir tergantung pada kemajuan Riyadh. Itu tergantung pada langkah Saudi dalam mengakhiri perang di Yaman.

Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden, dalam menanggapi perpanjangan dua bulan gencatan senjata Yaman, mengklaim bahwa perpanjangan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai di Yaman tidak cukup dalam jangka panjang.

Situs Penting Pelabuhan Rezim Zionis Diretas

Sebuah surat kabar rezim Zionis melaporkan bahwa situs web dua pelabuhan Israel telah diretas oleh kelompok pendukung Palestina.

Serangan dunia maya oleh berbagai kelompok terhadap infrastruktur rezim Zionis dan akses ke informasi vital dan penyebarannya telah menyebabkan runtuhnya motis kekuatan dunia maya rezim agresor ini.

Surat kabar Yediot Aharanot hari Rabu (3/8/2022) melaporkan, "Sekelompok peretas pro-Palestina yang disebut "Tim Misterius Bangladesh" mengumumkan bahwa mereka meretas situs web port Eilat dan Ashdod.

Surat kabar ini menulis bahwa saat ini tidak jelas apakah grup ini berhasil mendapatkan akses ke informasi pribadi pengguna atau tidak.

Sementara itu, surat kabar Zionis Haaretz baru-baru ini melaporkan serangan hacker terhadap sistem pembuangan limbah dari salah satu kotarezim Zionis. Para ahli memperingatkan bahwa banyak dari sistem infrastruktur Israel telah terkena serangan siber.

Pada hari Minggu, informasi pribadi para mahasiswa Sapir College diserang peretas.

Belum lama ini, sebuah kelompok hacker Irak bernama Al-Tahera menembus keamanan situs tiga perusahaan rezim Zionis dan memublikasikan gambar syahid Letnan Jenderal Haj Qassem Soleimani dan Al-Hashd al-Shaabi.

Sekjen Hizbullah: AS dan Israel Manifestasi Terbesar Setan

Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan, Amerika Serikat dan Rezim Zionis adalah setan zaman ini, dan perjuangan Hizbullah terus berlanjut.

Sayid Hassan Nasrullah, Selasa (2/8/2022) di malam kelima Muharam menegaskan bahwa sanksi ekonomi adalah sebuah perang, dan bersabar atasnya merupakan jihad.

"Perlawanan atas sanksi juga adalah sebuah jihad, musuh melancarkan beragam perang terhadap Hizbullah, oleh karena itu perang-perang itu harus dihadapi dengan berbagai cara," imbuhnya.

Sekjen Hizbullah menjelaskan, "Jihad kami adalah menyeru kepada perlawanan menyeluruh. Hari ini dan di saat sekarang ini, AS dan Israel adalah penjelmaan setan. Perang ini terus berlanjut."

Ia menambahkan, "Musuh sudah memperkirakan akan menyerah dan runtuh. Akan tetapi jawaban rakyat di masa pemilu sangat mematikan, dan berhasil membuat musuh putus asa, terutama setelah tiga tahun Lebanon diblokade secara ekonomi."

"Terkait masalah bahan bakar kami bersedih menyaksikan kondisi rakyat Lebanon, oleh karena itu usulan Iran sebelumnya untuk menjual produk minyak ke Lebanon dengan mata uang Lira muncul, dan kami sudah sampaikan kepada pejabat pemerintah Lebanon, tapi veto AS menghambatnya," pungkas Nasrullah.

Suriah: IAEA Harus Awasi Program Nuklir Rezim Zionis

Perwakilan Tetap Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menekankan perlunya menempatkan fasilitas nuklir rezim Zionis di bawah perlindungan komprehensif Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Rezim Zionis adalah satu-satunya pemegang senjata nuklir di kawasan Asia Barat, tapi hingga kini tidak berada di bawah pengawasan internasional dengan dukungan Amerika Serikat. Padahal, rezim Zionis memiliki antara 100 dan 200 hulu ledak nuklir. Bahkan, para ahli memperkirakan jumlahnya saat ini berlipat ganda.

Menurut kantor berita resmi Suriah (SANA), Bassam Al-Sabbagh, Wakil Tetap Suriah di PBB dalam konferensi Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) hari Rabu (3/8/2022) mengatakan, "Fasilitas nuklir rezim Zionis sebagai ancaman bagi perdamaian dan keamanan regional dan internasional,".

"Penciptaan zona bebas senjata nuklir merupakan bagian integral dari kewajiban negara-negara anggota perjanjian ini," tegasnya.

Pasukan Turki Lancarkan Serangan Artileri ke Irak Utara

Tentara Turki menargetkan daerah utara Irak dengan serangan artileri pada Rabu malam.

Dalam beberapa tahun terakhir, Turki telah berulang kali menginvasi wilayah Irak dengan dalih menekan elemen Partai Buruh Kurdistan (PKK) negara ini.

Agresi ini telah menghadapi reaksi keras dari pemerintah Irak dan negara-negara lain di dunia.

Serangan artileri tentara Turki hari Rabu (3/8/2022) menargetkan desa Latka di provinsi Dohuk, yang terletak di utara Irak.

Pada hari yang sama, Pasukan Turki juga mengebom daerah Omid di provinsi Dohuk.

Menurut Fawad Hossein, Menteri Luar Negeri Irak, Turki telah melanggar kedaulatan Irak lebih dari 22.700 kali sejak 2018.

Kantor Presiden Irak baru-baru ini mengutuk keras agresi Turki di wilayah utara Irak, dan menyatakan bahwa serangan berulangkali tentara Turki di wilayah Irak merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional negaranya, dan pelanggaran yang jelas terhadap hukum dan peraturan internasional, serta bertentangan dengan prinsip hubungan bertetangga.

Hizbullah Lebanon Serukan Penyelidikan Transparan Kasus Ledakan Beirut

Pada peringatan tahun kedua ledakan pelabuhan Beirut, Hizbullah Lebanon menuntut penyelidikan yang transparan dan adil, serta jauh dari eksploitasi politik.

Ledakan pelabuhan Beirut terjadi pada 4 Agustus 2020 yang menyebabkan 214 orang tewas dan lebih dari 6.500 orang terluka serta kerugian miliaran dolar, yang mengubah pelabuhan Beirut menjadi pelabuhan yang dilanda perang.

Menurut Al-Manar, Hizbullah Lebanon dalam pernyataan hari Kamis (4/8/2022) menegaskan urgensi penyelidikan yang transparan dan adil berdasarkan prinsip-prinsip hukum dan kepatuhan standar internasional, yang jauh dari eksploitasi politik, hasutan sektarian dan tindakan populis.

Hizbullah menegaskan,"Hanya keadilan yang dapat mewujudkan kehidupan yang tenang dan menyembuhkan luka-luka serta mencapai stabilitas internal dan membawa semua orang Lebanon ke arah dialog damai dan kerja sama untuk mengatasi krisis berbahaya saat ini," tegas pernyataan Hizbullah Lebanon.

Rezim Zionis Bombardir Gaza, 10 Warga Palestina Gugur

Juru bicara Angkatan Bersenjata Rezim Zionis hari Sabtu dinihari mengumumkan, jet-jet tempur Israel membombardir sejumlah target Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza.

Setelah dimulainya operasi militer baru Rezim Zionis, hari Sabtu (6/8/2022) dinihari, jet-jet tempur rezim itu menggempur sejumlah lokasi di Jalur Gaza.

Beberapa jam kemudian, kantor berita Shehab mengabarkan, Rezim Penjajah menyerang Masjid Abu Hanifah di timur Jabalia, wilayah utara Jalur Gaza dengan rudal.

Shehab menambahkan, jet-jet tempur Israel juga membombardir sebuah lahan pertanian di dekat Masjid Al Anshar di Beit Lahia, utara Jalur Gaza dengan dua rudal.

Sementara itu, Pusat Informasi Palestina melaporkan, area di sekitar Universitas Al Quds di wilayah utara Beit Lahia menjadi sasaran serangan. Jet-jet tempur Israel juga menyerang pangkalan Fajr milik kelompok perlawanan di barat Khan Yunis.

Di sisi lain, unit pertahanan udara kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza, melepaskan tembakan ke arah jet-jet tempur Israel.

Rezim Zionis mengatakan, sedikitnya 100 roket dan rudal ditembakan oleh Jihad Islam dari Jalur Gaza ke wilayah pendudukan, dan hanya sekitar 40 unit yang berhasil ditangkis Kubah Besi, sisanya menghantam distrik-distrik Zionis.

Menurut kantor berita Shehab, setidaknya delapan pemukim Zionis terluka akibat serangan balasan Jihad Islam, dan dilarikan ke rumah sakit.

Pada saat yang sama, stasiun televisi Al Jazeera melaporkan, 10 warga Palestina gugur, dan 75 lainnya terluka akibat serangan Rezim Zionis. Korban luka yang sebagian besar perempuan dan anak-anak dibawa ke Instalasi Gawat Darurat, IGD.

Wilayah Selatan Tel Aviv Dihujani Rudal Perlawanan Palestina

Kelompok-kelompok perlawanan Palestina membalas serangan Rezim Zionis ke Jalur Gaza, dengan menghujani distrik-distrik Zionis di sekitar Gaza dan wilayah selatan Tel Aviv, dengan rudal.

Serangan balasan rudal kelompok-kelompok perlawanan Palestina, Sabtu (6/8/2022) menyebabkan sirene tanda bahaya di distrik-distrik Zionis, di sekitar Jalur Gaza berbunyi, terutama di pesisir pantai selatan Tel Aviv.

Sayap militer Jihad Palestina, Brigade Al Quds mengumumkan, Tel Aviv dan kota-kota utama di Wilayah pendudukan, serta distrik-distrik di sekitar Gaza, dihujani 100 rudal.

Mengantisipasi serangan balasan kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Rezim Zionis membuka pintu bungker-bungker persembunyian di kota Ashkelon, Dimona, Beersheba, dan Yavne, untuk para pemukim Zionis.

Wali Kota Tel Aviv dan Jaffa di Wilayah pendudukan juga mengabarkan dibukanya bungker-bungker persembunyian untuk para pemukim Zionis.

Di sisi lain Angkatan Bersenjata Rezim Zionis sudah mengaktifkan Kubah Besi di Al Quds dan Tel Aviv, serta meminta para pemukim Zionis di distrik-distrik sekitar Jalur Gaza untuk tetap berada di dalam bungker.

Tags