Aug 11, 2022 17:40 Asia/Jakarta
  • Bassam al-Saadi
    Bassam al-Saadi

Seiring dengan diberlakukannya gencatan senjata setelah syarat yang diajukan Jihad Islam disetujui, delegasi PBB dilaporkan bertemu dengan anggota gerakan ini yang mendekam di penjara rezim Zionis Israel.

Seperti dilaporkan FNA, Tor Wennesland, koordinator khusus PBB untuk perdamaian kawasan menyatakan, delegasi PBB bertemu dengan Bassam al-Saadi, salah satu tawanan Jihad Islam Palestina yang mendekam di Penjara Ofer.

"Pertemuan ini untuk menindaklanjuti komitmen PBB guna menjaga gencatan senjata di Jalur Gaza," ungkap Wennesland.

Koordinator khusus PBB menyebut gencatan senjata saat ini di Jalur Gaza masih rentan dan meminta semua pihak untuk mempertahankannya.

Rabu (10/9/2022), Anwar Abu Taha, anggota Biro Politik Jihad Islam Palestina menyatakan, Khalil Awawdeh, tawanan Palestina yang berafiliasi dengan gerakan ini telah dipindahkan ke rumah sakit dan keluarganya telah diijinkan untuk menjenguknya.

"Delegasi Palang Merah juga telah bertemu dengan dua tawanan yang berafiliasi dengan Jihad Islam, yakni Khalil Awawdeh dan Bassam al-Saadi," papar Abu Taha.

Jihad Islam pekan lalu, menyusul penangkapan Bassam al-Saadi di Jenin, mengumumkan kondisi siaga dan menuntut pembebasan dirinya serta Khalil Awawdeh, yang kemudian berujung pada perang tiga hari di Gaza dengan rezim Zionis Israel.

Khalil Awawdeh, warga Idna di al-Khalil (Hebron), telah melakukan aksi mogok makan selama 150 hari sebagai protes atas penangkapan sementara atau administrasi dirinya. Pada awalnya ia melakukan aksi mogok makan selama 111 hari, dan hanya satu pekan mengakhirinya, tapi setelah Zionis melanggar janjinya, ia kembali memulai aksi mogok makannya. (MF)

 

Tags