Aug 14, 2022 18:36 Asia/Jakarta
  • Khaled Meshaal
    Khaled Meshaal

Ketua Hamas di luar negeri mengatakan, sekitar 60 anggota Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) ditangkap di Arab Saudi dan disiksa.

Februari 2019, Arab Saudi menangkap lebih dari 60 warga Yordania dan Palestina yang berdomisili di negara ini termausk Mohahammad al-Khodari, wakil Hamas dengan dakwaan mendukung finansial terhadap muqawama Palestina.

Organisasi HAM internasional mengecam penangkapan tersebut dan menyatakan, proses peradilan mereka tidak adil dan tanpa dakwaan serta alasan yang sah. Mereka yang ditangkap ini selama beberapa bulan lalu mendekam di penjara dalam kondisi yang tidak baik serta mendapat perlakuan buruk dan penyiksaan.

Menurut AlJazeera, Khaled Meshaal Minggu (14/8/2022) mengatakan, gerakan ini tidak menjelek-jelekkan negara manapun dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Meshaal menutut pembebasan cepat tahanan tersebut dan menegaskan, Hamas tidak terlibat friksi negara-negara Arab.

Pemimpin Hamas di luar negeri ini melanjutkan, Hamas sebuah gerakan Palestina dan Islam yang ingin merealisasikan cita-cita bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaan.

Khaled Meshaal terkait klaim bahwa Hamas sebuah kelompok teroris mengatakan, membela diri adalah hak legal dalam Islam dan seluruh agama serta hukum internasional, dan langkah Hamas termasuk perlawanan yang dibenarkan.

Seraya merujuk pad ahubungan gerakan ini dengan Republik Islam Iran, Meshaal mengatakan, huubngan dengan Iran tidak pernah terputus dan masih terus berlanjut. (MF)

 

Tags