Aug 16, 2022 18:58 Asia/Jakarta
  • Bassam al-Saadi
    Bassam al-Saadi

Pengadilan rezim Zionis Israel memperpanjang penahanan Bassam al-Saadi, salah satu pemimpin Gerakan Jihad Islam Palestina.

Seperti dilaporkan AlJazeera, pengadilan militer Ofer rezim Zionis memperpanjang enam hari masa penahanan Bassam al-Saadi dengan alasan penyelidikan.

Perpanjangan penahanan Bassam al-Saadi terjadi ketika baru-baru ini, menyusul penangkapan dirinya di Tepi Barat dan ketegangan setelah penangkapan salah satu pemimpin Jihad Islam tersebut, rezim Zionis memulai serangannya ke Jalur Gaza.

Selama serangan tiga hari Israel ke Jalur Gaza tersebut, selain dua komandan Saraya al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina gugur, juga sedikitnya 47 orang lainnya gugur dan puluhan warga sipil terluka.

Setelah serangan tiga hari dan berkat mediasi Mesir, disepakati gencatan senjata di Gaza. Di antara syarat Jihad Islam di kesepakatan ini adalah pembebasan Khalil Awawdeh, salah satu anggota kelompok ini yang ditangkap Israel dan melakukan mogok makan selama 164 hari, serta pembebasan Bassam al-Saadi.

Pengadilan Zionis juga menentang permintaan pembebasan Khalil Awawdeh, tawanan Palestina yang mendekam di penjara rezim ilegal ini.

Rezim Zionis Israel menangkap Khalil Awawdeh pada 27 Desember 2021, dan ia dijatuhi hukuman sementara selama 6 bulan. Awawdeh sebelumnya berulang kali ditangkap, dan sejak tahun 2002 hingga kini telah ditangkap sebanyak lima kali. Ia di tahun 2012 juga melakukan mogok makan massal bersamai sejumlah tawanan Palestina lainnya. (MF)

 

Tags