Sep 27, 2022 17:42 Asia/Jakarta
  • Al-Halbousi dan Plasschaert
    Al-Halbousi dan Plasschaert

Mohammad al-Halbousi, ketua parlemen Irak Selasa (27/9/2022) secara resmi mengundurkan diri dan meminta parlemen di sidang Rabu (28/9/2022) menvoting pengunduran dirinya.

Irak dari sisi keamanan melewati hari-harinya dengan tenang, tapi dari sisi politik sampai saat ini belum ada ketenangan di negara ini.

Sekitar satu tahun berlalu dari penyelenggaraan pemilu parlemen di Irak, dan sampai saat ini berbagai faksi politik negara ini belum mencapai kesepakatan terkait penunjukan presiden dan perdana menteri baru.

Setelah penyelenggaraan pemilu, Mohammad al-Halbousi satu-satunya tokoh yang kembali dipilih sebagai ketua parlemen. Meski demikian, pengunduran diri anggota parlemen dari kubu Moqtada Sadr mendorong susunan parlemen Irak mengalami perubahan, karena sejumlah besar kursi milik Gerakan Sadr dialokasikan kepada Kerangka Koordinasi Syiah.

Menurut laporan IRIB, Mohammad al-Halbousi memutuskan pengunduran dirinya setelah pertemuan dengan Jeanine Hennis-Plasschaert, wakil khusus sekjen PBB di Irak.

Al-Halbousi dan Plasschaert hari Senin (26/9/2022) bertemu dan membicarakan transformasi terbaru dari kondisi politik Irak dan dia mengajukan pertanyaan yang sama tentang kebenaran dari apa yang terjadi dalam pertemuan ini.

Agenda sidang parlemen Irak hari Rabu adalah pemungutan suara terkait pengunduran diri al-Halbousi dan pemilihan wakil ketua parlemen untuk menduduki posisi ketua. (MF)

 

Tags