Sep 29, 2022 15:20 Asia/Jakarta
  • Komandan Militer Zionis Perintahkan Teror Para Pemimpin Perlawanan di Tepi Barat

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Rezim Zionis mengizinkan penggunaan serangan udara untuk membunuh para pemimpin perlawanan di Tepi Barat.

Menurut surat kabar Zionis Maariv, Aviv Kochavi, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Rezim Zionis, setelah meninjau kondisi keamanan di kamp Jenin di utara Tepi Barat hari Kamis (29/9/2022) mengeluarkan izin untuk membunuh para pemimpin perlawanan, tanpa memberikan infromasi kapan serangan seperti itu akan dilakukan

Bulan lalu, Channel 12 rezim Zionis melaporkan bahwa drone serbu Israel yang dilengkapi dengan roket terbang untuk pertama kalinya di wilayah utara Tepi Barat, terutama Nablus dan Jenin.

Drone tempur tersebut baru-baru ini digunakan dalam operasi tentara rezim Zionis, meskipun sejauh ini tidak ada tembakan yang dilepaskan oleh mereka.

Menurut sumber militer Israel, tentara rezim Zionis berencana menggunakan drone ini untuk mencegah jatuhnya korban dari pihak Israel saat membunuh tokoh perlawanan.

Media Israel lebih lanjut memperingatkan bahwa penggunaan pesawat tak berawak di Tepi Barat akan menyebabkan reaksi internasional yang parah. Sebab, tidak ada pembenaran atas penggunaannya yang terkait dengan pelanggaran HAM.

Menurut laporan ini, penggunaan drone ofensif baru-baru ini disajikan sebagai solusi untuk mengatasi eskalasi ketegangan di Tepi Barat. Tetapi situasi di Tepi Barat sangat rumit dan tidak memungkinkan penggunaan drone ini secara luas.

Pada saat yang sama, Tareq Ezzeddine, Juru Bicara Jihad Islam Palestina, menegaskan tentang ancaman pembunuhan para pemimpin perlawanan menunjukkan kebingungan rezim Zionis dalam pernyataan dan posisinya. Padahal, rezim agresor ini sangat tahu bahwa setiap serangan terhadap pemimpin perlawanan akan ditanggapi dengan keras.(PH)

Tags