Okt 04, 2022 14:01 Asia/Jakarta
  • Parlemen Lebanon: Perlawanan terhadap Rezim Zionis Terus Berlanjut !

Ketua Fraksi Pendukung Perlawanan di Parlemen Lebanon menanggapi publikasi berita mengenai tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan dalam kasus demarkasi perbatasan laut yang sudah dekat, dengan mengatakan bahwa Lebanon tidak akan melepaskan hak dan perjuangannya melawan rezim Zionis.

Lebanon dan rezim Zionis berselisih mengenai wilayah seluas 860 kilometer persegi di Laut Mediterania yang memiliki sumber daya minyak dan gas.

Media Lebanon mengumumkan bahwa negaranya dan rezim Zionis hampir mencapai kesepakatan tentang demarkasi perbatasan laut.

Mohammed Ra'ad, Ketua Fraksi Perlawanan di Parlemen Lebanon hari Senin (3/10/2022) mengatakan, "Kami tahu betul,  jika perbatasan ditetapkan dan kesepakatan dicapai dalam kasus ini, konflik dengan rezim Zionis akan tetap ada,".

"Kami tidak mengharapkan hadiah dari musuh untuk ekstraksi gas dan investasi di perairan teritorial kami. Sebab, kami dan anak-anak pemberani kami lebih baik dari itu dan kami dapat berinvestasi di sektor gas kami sendiri,".

Sebelumnya, Presiden Lebanon menekankan penegakan hak negaranya dalam proses penetapan garis batas laut dengan Rezim Zionis, dan tidak adanya kemitraan Beirut dengan Tel Aviv.

Michel Aoun hari Senin mengungkapkan,"Lebanon sejak beberapa bulan terakhir menekankan jaminan atas hak perairan negara ini, dan dibukanya kesempatan yang tepat untuk memulai operasi pengeboran minyak dan gas yang telah ditentukan di zona ekonomi eksklusif,".

Ia juga menjelaskan bahwa negaranya tidak akan pernah menjalin kemitraan dengan Rezim Zionis, dan ia berharap dimulainya proses pengeboran minyak di ladang minyak di perairan selatan Lebanon, akan menjadi awal pemulihan kondisi ekonomi negara ini. (PH)

Tags