Okt 05, 2022 18:48 Asia/Jakarta
  • Rezim Zionis Kehilangan 2.688 Tentara dan 150 Tank dalam Perang Oktober

Pada peringatan Perang Oktober, Kementerian Luar Negeri rezim Zionis mengakui kerugian besar rezim agresor ini dalam perang tersebut.

Kementerian Luar Negeri rezim Zionis mengeluarkan pernyataan di halaman Facebook resminya dalam bahasa Arab hari Selasa (4/10/2022) mengenai perang tahun 1973 antara Israel dengan Suriah dan Mesir.

Menurut laporan ini, perang Oktober 1973 adalah kejutan dan rezim Zionis membayar harga yang mahal, oleh karena itu Tel Aviv tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan cadangannya.

"Tentara Mesir dan Suriah pada awalnya mencapai beberapa prestasi penting, seperti perjalanan tentara Mesir melalui Terusan Suez dan pendirian di sepanjang sisi timurnya, tetapi tentara Israel dengan cepat membalikkan keadaan," kata pernyataan kemenlu rezim Zionis kemarin.

Kementerian Luar Negeri rezim Zionis juga menyatakan bahwa Israel kehilangan 2.688 tentara dan 150 tank dalam perang tersebut dan menderita kerugian yang besar.

Di sisi lain, surat kabar Zionis Haaretz mengungkapkan dokumen kantor Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata rezim Zionis selama perang Oktober 1973, yang menunjukkan keadaan putus asa pasukan Zionis selama perang.

Perang Oktober, yang dikenal sebagai Perang Yom Kippur, Perang Arab-Israel 1973, dan Perang Ramadhan, adalah perang keempat antara negara-negara Arab dan Israel. Tentara Mesir dan Suriah, dengan dukungan beberapa negara Arab lainnya, memulai perang dengan menyerang posisi tentara Israel di sebelah timur Terusan Suez dan Dataran Tinggi Golan. Perang akhirnya berakhir setelah dikeluarkan resolusi 338 Dewan Keamanan PBB.

Dalam perang ini, 600 kilometer persegi dari total 1860 kilometer Dataran Tinggi Golan yang diduduki rezim Zionis berhasil dibebaskan.(PH)

Tags