Okt 06, 2022 14:52 Asia/Jakarta
  • Presiden Lebanon Konfirmasi Kemenangan Hizbullah atas Rezim Zionis

Presiden Lebanon mengkonfirmasi kemenangan Hizbullah Lebanon atas rezim Zionis, dengan menekankan bahwa berkas demarkasi perbatasan laut selatan sedang melewati tahap akhir dan akan memungkinkan Lebanon untuk meraih hak penuhnya.

Dengan membela kepentingan nasional Lebanon melawan rezim Zionis, Hizbullah Lebanon menyatakan, selama masalah garis perbatasan dan bagian masing-masing pihak belum ditentukan, maka rezim Zionis tidak memiliki hak untuk mengeksploitasi ladang gasnya, dan jika tidak, semua tanah dan fasilitas Zionis akan menjadi target Hizbullah.

Pembahasan perbatasan laut antara Lebanon dan rezim Zionis menjadi masalah yang telah dibahas dan diperdebatkan berkali-kali di media lokal dan internasional dalam empat tahun terakhir. Ketika negosiasi menjadi lebih serius, Hizbullah Lebanon mengumumkan akan menargetkan fasilitas rezim Zionis, termasuk ladang gas Karish, jika Tel Aviv tidak menghentikan eksplorasi di ladang gas yang disengketakan tersebut.

Sebagai tanggapan, pihak rezim Zionis berusaha untuk menunda penugasan dokumen kerja sama tersebut hingga berakhirnya pemilu. Tentu saja, tindakan ini digagalkan oleh implementasi janji Sayid Hassan Nasrallah dan memaksa para pemimpin Zionis mengumumkan rencana yang mereka usulkan di akhir tenggat waktu yang ditentukan oleh Lebanon melalui negosiasi.

Presiden Lebanon, Michel Aoun dalam pertemuan dengan Komisaris Uni Eropa untuk Kebijakan Pembangunan dan Lingkungan, Olivér Várhelyi hari Rabu (5/10/2022) menunjukkan bahwa Lebanon dapat mengambil tindakan di semua area zona khusus terletak di Laut Mediterania, mengebor dan mengekstraksi minyak dan gasnya, dengan mengatakan, "Tindakan ini akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Lebanon,".

Aoun sekali lagi menekankan bahwa seruan untuk pembentukan pemerintahan baru sedang berlangsung pada bulan Oktober ini, dan menyatakan harapan bahwa parlemen akan dapat memilih presiden baru sebelum berakhirnya masa kepresidenannya paling lambat pada tanggal 31 Oktober 2022.

Presiden Lebanon juga meminta Uni Eropa untuk membantu rencana pemerintah Lebanon memulangkan pengungsi Suriah ke negaranya.(PH)

Tags