Sep 10, 2017 20:15 Asia/Jakarta
  • Insiden 11 September
    Insiden 11 September

New York Times melaporkan penemuan dokumen bari terkait peran kedutaan besar Arab Saudi di Amerika di peristiwa 11 September.

Koran New York Times menjelang peringatan 11 September menulis, dokumen terbaru menunjukkan kedubes Arab Saudi di Amerika memberi bantuan finansial untuk simulasi operasi pembajakan pesawat penumpang dan simulasi ini dilakukan dua staf kedubes tersebut. Uji coba pembajakan pesawat penumpang dilakukan dua tahun sebelum peristiwa 11 September 2001 dan dua staf kedubes Arab Saudi menjalankan proyek ini dengan kedok mahasiswa.

Perilisan dokumen baru terkait peran kedubes Saudi di peristiwa 11 September terjadi di saat mayoritas pelaku operasi teror ini adalah warga Arab Saudi. Berbagai laporan sebelumnya yang dipublikasikan juga menyebutkan peran langsung Riyadh di serangan teror ini.

Sementara itu, penghapusan 28 halaman dari laporan sebelumnya soal serangan 11 September, di mana halaman tersebut menyebutkan peran Arab Saudi di peristiwa ini, menunjukkan bahwa Washington dengan berbagai metode berusaha menutupi dan menyembunyikan peran Riyadh di serangan ini.

Disebutkan bahwa Dinas Intelijen AS (CIA) berperan langsung dalam upaya penyembunyian peran Arab Saudi ini.

Petinggi Amerika Serikat di diplomasi makarnya dengan pujian yang menipu publik terkait peran Arab Saudi di stabilitas kawasan dan dunia, berusaha menyimpangkan opini publik dari kerja sama mereka dengan Riyadh sebagai dua sponsor utama terorisme yang memasuki fase baru dan lebih rumit.

Namun terkuaknya bukti dan dokumen kuat terkait keterlibatan Arab Saudi di serangan 11 September dan informasi CIA akan langkah Riyadh mengindikasikan bahwa Arab Saudi dan Amerika tidak mampu mencegah munculnya peran Arab Saudi di peristiwa ini ke permukaan.

Menyoroti aktivitas Arab Saudi baik di dalam maupun luar negeri, muncul indikasi jelas bahwa mayoritas teroris di kawasan dan dunia adalah warga Arab Saudi atau mereka yang terkontaminasi dengan paham Wahabi serta mendapat dukungan finansial serta senjata dari rezim Al Saud.

Realita ini sangat jelas bagi siapa pun bahwa Arab Saudi terlibat di berbagai aksi teror. Dewasa ini peran Arab Saudi di perang Suriah dan Irak serta Yaman dengan teroris sepenuhnya transparan.

Sejatinya di setiap aksi teror dapat ditemukan jejak-jejak Arab Saudi. Selain dukungan ideologi dan pemikiran terhadap berbagai kelompok teroris, langkah terorganisir dan sistematis Arab Saudi di kawasan dan dunia adalah dukungan terhadap radikalisme dan teroris.

Seperti saat ini, sayap kelompok teroris dukungan Arab Saudi seperti Daesh dan al-Qaeda dengan berbagai nama seperti Ansar al-Shariah, Boko Haram dan al-Shabab di Afrika, Asia dan bahkan di Eropa dan Amerika terus aktif dan ini sebuah lonceng tanda bahaya bagi keamanan global.

Peran Arab Saudi dalam membentuk kelompok teroris Takfiri dan penyebarannya serta suplai ideologi terhadap kelompok sesat dan brutal sebuah realita yang diakui oleh berbagai elit Barat yang pemerintahannya justru termasuk sponsor terorisme di tingkat internasional.

Hasil dari konspirasi Arab Saudi dan hubungan terselubung dengan Amerika di kasus ini adalah meluasnya terorisme dan radikalisme serta semakin terancamnya satabilitas dan keamanan internasional serta terjadinya peristiwa seperti 11 September. (MF)

Tags