Aug 19, 2018 10:35 Asia/Jakarta
  • Khaled Meshaal, mantan ketua biro politik Hamas
    Khaled Meshaal, mantan ketua biro politik Hamas

Khaled Meshaal, Mantan ketua Biro Politik Hamas menekanakn, konsensus nasional rakyat Palestina merupakan perisai kuat dalam menghadapi transaksi abad.

Ia menjelaskan, tidak ada friksi di antara bangsa Palestina saat menentang rencana transaksi abad dan bangsa ini secara tegas menentang konspirasi tersebut.

 

Berdasarkan rencana Amerika "Transaksi Abad", al-Quds akan diserahkan kepada rezim Zionis Israel dan pengungsi Palestina tidak berhak kembali ke tanah air mereka serta bangsa tertindas ini hanya memiliki wilayah tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza, artinya sebagian kecil dari wilayah Palestina.

 

Seluruh tokoh dan kelompok Palestina juga menuntut perlawanan terhadap rencana Amerika transaksi abad dan konspirasi Zionis dengan mempertahankan persatuan dan solidaritas di antara bangsa Palestina. Saat ini, rakyat Palestina menghadapi eskalasi Judaisasi bumi Palestina dan pemerintahan apartheid Zionis.

Trump dan Zionis

 

Proyek transaksi abad sebuah rencana pemaksaan dan destruktif oleh Washington yang ditujukan memberi legalistas kebijakan rasis Zionis dan pembangunan distrik Zionis serta pendekatan monopoli regional Amerika.

 

Transaksi abad bukan hanya ingin menghancurkan hak bangsa Palestina, bahkan ingin memaksa seluruh bangsa di kawasan menyerah. Koran al-Sharq al-Awsat mengakui rencana presiden AS "transaksi abad" sebuah kedok untuk mengakui al-Ques sebagai ibukota Israel dan relokasi kedubes Amerika dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.

 

Koran al-Sharq al-Awsat Arab Saudi yang dicetak di London ini mengakui bahwa transaksi abad yang dicetuskan Presiden AS Donald Trump tak ubahnya sebuah bom suara yang hanya menciptakan kebisingan, tapi tidak memiliki akseptabilitas di tengah bangsa kawasan.

 

Rencana perdamaian Trump yang diistilahkan transaksi abad, sebuah rencana yang selaras dengan tujuan dan keinginan rezim Zionis Israel. Rencana transaksi abad sama halnya dengan mengabaikan cita-cita bangsa Palestina untuk membentuk negara indepeden Palestina dengan ibukota al-Quds.

 

Kebijakan anti Palestina Trump menuai respon luas rakyat Palestina. Kondisi seperti ini secara praktis mendorong seluruh bangsa Palestina bahkan Otorita Ramallah yang memiliki pendekatan kompromi secara tegas menolak rencana anti Palestina Trump tersebut.

 

Selama rakyat Palestina tetap konsisten terhadap cita-citanya untuk meraih seluruh haknya, maka transaksi mencurigakan dan bias pemerintah Amerika ini tidak akan berhasil.

 

Eskalasi penentangan di tingkat regional terhadap rencana transaksi abad, membangkitkan pengakuan petinggi Amerika akan berkurangnya peluang untuk melaksanakan transaksi abad. Pengakuan tim penasihat Trump setelah kunjungan mereka beberapa waktu lalu ke kawasan Timur Tengah terkait kecilnya peluang untuk melaksanakan recana transaksi abad mengindikasikan prospek kelam yang menunggu seluruh rencana mencurigakan dan konspiratif Amerika. (MF)

 

 

Tags