Jul 30, 2019 13:44 Asia/Jakarta
  • kapal induk Amerika di Teluk Persia
    kapal induk Amerika di Teluk Persia

Penulis Mesir, Ibrahim Nawar di situs surat kabar Al Quds Al Arabi menulis, tujuan Amerika Serikat mengkampanyekan ide "Kebebasan Pelayaran Internasional" di Teluk Persia sebenarnya adalah memblokade Iran di laut.

Fars News (30/7/2019) melaporkan, Ibrahim Nawar mengatakan, blokade Iran di zona laut tidak mungkin dilakukan, dengan memperhatikan faktor-faktor kekuatan yang dimiliki negara itu.

Ibrahim menambahkan, masalah menjaga keamanan dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz dan Teluk Oman, sudah berubah menjadi sebuah proyek yang dengannya Presiden Amerika, Donald Trump ingin menyasar dua target dalam waktu bersamaan, pertama memeras negara-negara yang bekepentingan dengan Teluk Persia, kedua melakukan blokade ilegal atas Iran dari laut.

Target pertama sudah disampaikan secara terbuka oleh Trump dalam pesan Twitternya pada 24 Juni 2019. Saat itu ia mengatakan, Cina memasok 91 persen minyaknya dari Selat Hormuz, Jepang, 62 persen dan sejumlah banyak negara lain juga demikian. Oleh karena itu selama bertahun-tahun kami melindungi pelayaran kapal-kapal negara lain tanpa mendapatkan apapun. Semua negara ini harus menjaga sendiri kapal-kapalnya. Kami bahkan tidak perlu berada di sana (Selat Hormuz) terutama karena Amerika sudah berubah menjadi produsen minyak terbesar dunia.

Ditambahkannya, Trump memanfaatkan isu keamanan Teluk Persia untuk menciptakan sebuah kondisi sulit sehingga ia bisa mengirim pasukan guna memblokade laut Iran, dan memastikan bahwa Iran tidak bisa mengekspor bahkan satu barel minyak, itupun di tengah perang ekonomi yang dilancarkannya terhadap Tehran. (HS)

Tags

Komentar