Sep 21, 2019 20:12 Asia/Jakarta
  • pipa minyak Aramco
    pipa minyak Aramco

Sejumlah pakar perminyakan dunia percaya rekonstruksi industri minyak Arab Saudi membutuhkan waktu 3 hingga 6 bulan, dan dalam rentang waktu ini Amerika Serikat tidak akan membiarkan harga minyak dunia naik.

Fars News (21/9/2019) melaporkan, serangan drone balasan Ansarullah Yaman ke beberapa jaringan produksi dan distribusi minyak Saudi pekan lalu, memberikan dampak cukup serius terhadap perekonomian global, dan insiden ini harus dilihat dari kaca mata internasional.

Dalam sepekan terakhir, harga bensin di Jepang naik 12 persen, di sisi lain Cina berusaha mencari alternatif pengganti pasokan minyaknya yang selama ini didapatkan dari Saudi.

Para pakar energi di beberapa negara dunia sepakat bahwa pulihnya produksi minyak Saudi tidak bisa dicapai dalam waktu satu atau dua minggu, tapi selama berbulan-bulan kita harus menunggu situasi pulih, dan kondisi ini mendorong naiknya harga minyak dunia.

Pakar industri minyak Irak, Abdul Majid Al Kouti menuturkan, sepertinya rekonstruksi kilang minyak Saudi membutuhkan waktu 3 hingga 6 bulan, dengan syarat Yaman tidak melancarkan serangan baru ke kilang minyak Saudi.

Ia menambahkan, tapi jika serangan berlanjut, kemungkinan perbaikan kilang minyak Saudi membutuhkan waktu lebih lama, dan dapat memperburuk kondisi Saudi. (HS)

Tags

Komentar