Oct 12, 2019 18:27 Asia/Jakarta

Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman. Dia menyatakan bersedia untuk mengakui rezim Zionis Israel dan menormalkan hubungan Arab Saudi dengan rezim ini dengan syarat Amerika Serikat membantunya untuk mengalahkan Republik Islam Iran dan mengendalikan Timur Tengah.

Statemen Mohammad bin Salman (MBS) terungkap dalam film dokumenter  di channel PBS baru-baru ini. Pernyataan ini sebenarnya dibuat Putra Mahkota Arab Saudi saat bertemu dengan Donald Trump ketika presiden Amerika ini berkunjung ke Riyadh pada Mei 2017.

Presenter film dokumenter berjudul The Crown Prince Martin Smith mengatakan bahwa Mohammed bin Salman ingin Trump memastikan bantuan AS untuk mengalahkan Iran dan dukungan kepada ambisi sang pangeran untuk menjadi pemain kunci di Timur Tengah.

Sebagai imbalannya, MBS berjanji untuk membantu Trump dan menantunya, Jared Kushner, menyelesaikan konflik Palestina-Israel, yang dalam kata-kata Smith, merupakan inti dari apa yang kemudian menjadi proposal perdamaian Israel-Palestina bentukan AS, yang lebih dikenal dengan sebutan "Kesepakatan Abad ".

Film dokumenter itu juga menampilkan analis militer Washington Post, David Ignatius yang mengutip pernyataan Putra Mahkota Arab Saudi.

"Saya melihat Timur Tengah di mana Israel menjadi bagian darinya...Saya siap untuk mengakui dan memiliki hubungan dagang dengan Israel," kata Ignatius menirukan pernyataan MBS seperti dilansir Middle East Monitor, Senin (30/9/2019).

Menurutnya, proposal MBS itu menggoda pemerintah AS dan menjadi fokus dari rencana yang terus didukung Kushner.

Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik secara resmi, meski para pejabat Zionis kerap terang-terangan ada kontak rahasia kedua pihak. Kebijakan resmi Saudi sendiri hingga saat ini tidak mengakui Israel sebagai negara selama Palestina belum menjadi negara merdeka. (RA)

Tags

Komentar