Oct 12, 2019 19:15 Asia/Jakarta
  • kapal tanker Iran, SABITI
    kapal tanker Iran, SABITI

Juru bicara Badan Pengelola Perbatasan Arab Saudi dalam respon pertamanya terkait insiden penyerangan ke kapal tanker Iran di Laut Merah mengklaim bermaksud menolong kapal tanker Iran itu.

Fars News (12/10/2019) melaporkan, Jubir Badan Pengelola Perbatasan Saudi, Sabtu (12/10) dalam reaksi pertamanya atas serangan ke kapal tanker Iran di Laut Merah dekat pesisir pantai Jeddah mengklaim, penjaga perbatasan Saudi bermaksud memberikan pertolongan, namun kapal tanker Iran mematikan GPS-nya dan tidak menjawab kontak.

Saudi Press Agency, SPA mengabarkan, pada hari Jumat (11/10) pukul 11:47 waktu setempat, diterima email dari pos penjaga pantai Jeddah yang berisi pesan dari nakhoda kapal tanker SABITI berbendera Iran.

Menurut pengakuan pejabat pantai Saudi, dalam pesannya, nakhoda kapal tanker Iran mengabarkan kapalnya dihantam rudal dan minyak tumpah ke laut.

Ditambahkannya, ketika kami memeriksa informasi dari pusat koordinasi penyelamatan, terbukti bahwa kapal tanker itu melanjutkan perjalanannya, dan sudah bergerak menjauhi pantai Jeddah sepanjang 67 mil laut, namun GPS tetap mati dan mereka tidak menjawab kontak kami.  

Hari Jumat (11/10) dinihari, kapal tanker SABITI milik perusahaan minyak nasional Iran diserang di jarak 60 mil dari pelabuhan Jeddah, Saudi. Kapal tanker ini setelah beberapa lama bisa melanjutkan perjalanannya ke Teluk Persia. (HS)

Tags

Komentar