Oct 12, 2019 19:50 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi tentara Amerika.
    Ilustrasi tentara Amerika.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump selalu mengklaim mendukung sekutunya di wilayah Teluk Persia. Dalam hal ini Arab Saudi memiliki posisi khusus dalam kebijakan regional Trump.

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) pada Jumat kemarin, mengumumkan pengiriman pasukan tambahan dan peralatan militer ke Arab Saudi.

Pentagon dalam pernyataannya mengatakan bahwa 1800 pasukan tambahan, dua baterai sistem pertahanan rudal Patriot, satu sistem pertahanan udara THAAD, dan dua skuadron jet tempur F15 Eagle akan dikirim ke Saudi.

"AS tidak ingin memperburuk ketegangan di wilayah Asia Barat (Timur Tengah) dan perang dengan Iran. Pengiriman pasukan dan peralatan militer ke Arab Saudi hanya untuk mempertahankan kemampuan reaksi dalam menghadapi ancaman potensial," kata Pentagon.

Keputusan itu diambil setelah pasukan Yaman menyerang fasilitas pengolahan minyak Aramco di Abqaiq dan Khurais, timur Arab Saudi, yang memangkas separuh dari produksi minyak negara itu.

Militer Saudi sudah melindungi fasilitas Aramco dengan sistem pertahanan udara Patriot, tetapi sistem itu gagal mencegat serangan drone-drone Yaman dan kegagalan ini menuai banyak kritikan di dalam dan luar Arab Saudi.

Raja Salman dan Presiden Trump mengikuti tarian pedang di Riyahd. (dok)

Pentagon mengerahkan 200 tentara ke Saudi pada September lalu dan 1000 tentara tambahan pada Oktober 2019, sehingga total pengerahan mencapai 3.000 tentara.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah tweet menulis, "AS sedang mengerahkan pasukan tambahan dan peralatan militer ke Arab Saudi untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya."

Washington dan Riyadh menuding Tehran berada di balik serangan ke fasilitas minyak Aramco dan hal ini menjadi alasan AS untuk menambah jumlah tentaranya di Saudi. Namun, Iran menolak tuduhan tersebut dan bukti-bukti yang ditunjukkan oleh Amerika-Saudi sama sekali tidak mendukung klaim mereka.

Dukungan Trump kepada Saudi bukan sebuah hadiah, tetapi ia menuntut Riyadh untuk membayar lebih atas keamanan yang diciptakan oleh Washington. Trump mengatakan bahwa para pejabat Saudi berkomitmen untuk membayar biaya atas setiap dukungan Washington ke Riyadh.

Arab Saudi tentu saja mengeluarkan biaya besar untuk memperoleh dukungan baru dari Trump, terlebih dukungan saat ini melibatkan dua skuadron jet tempur F15 Eagle.

Padahal, Saudi sendiri telah menghabiskan dana miliaran dolar untuk memborong senjata dari AS, tetapi tidak mampu menggunakannya secara efektif. Senjata-senjata itu tidak mampu melindungi Saudi dari serangan rudal dan drone Yaman.

Oleh karena itu, Riyadh sekarang meminta pengiriman pasukan tambahan dan rela membayar tentara Amerika agar bisa menikmati keamanan. (RM)

Tags

Komentar