Oct 13, 2019 20:07 Asia/Jakarta
  • Kendaraan tempur militer Turki memasuki wilayah Suriah.
    Kendaraan tempur militer Turki memasuki wilayah Suriah.

Dunia menentang operasi militer Turki di wilayah Suriah, dan pemerintah Rusia bahkan meminta Turki untuk mengakhiri agresi sepihak di negara Arab itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah statemen, memperingatkan bahwa operasi militer Turki di Suriah bisa mendorong para teroris Daesh melarikan diri ke negara-negara lain termasuk Negara-Negara Persemakmuran Independen (CIS).

Ada beberapa poin yang perlu dicatat dalam kaitannya dengan operasi militer Turki di Suriah Utara. Operasi ini dilakukan bersamaan dengan upaya teroris Daesh melarikan diri ke tempat lain.

Setelah Daesh kalah di Suriah, daerah-daerah di utara negara itu ditetapkan sebagai zona untuk mengurung teroris Daesh. Semua wilayah itu dikontrol oleh milisi Kurdi. Dengan demikian, operasi militer Turki akan mendorong teroris Daesh melarikan diri ke daerah lain.

Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Operasi militer Turki di Suriah Utara menyebabkan para teroris Daesh melarikan diri dari wilayah itu. Saya tidak yakin apakah militer Turki akan mampu mengontrol wilayah itu dengan cepat," ujar Putin di Ibukota Ashgabat, Turkmenistan.

Seorang aktivis media Kurdi dan pengamat politik, Lavin Bali menuturkan, "Jika misi pemerintah Ankara adalah memulangkan pengungsi Suriah dan menempatkan mereka di daerah-daerah itu, maka harus kita katakan bahwa Turki mengendalikan beberapa wilayah Suriah di Jarablus, A'zaz, al-Bab, dan Adlib, mereka dapat membangun daerah tersebut dan menempatkan pengungsi di sana. Tetapi misi utama Turki adalah menghancurkan otoritas otonom Kurdi dan mengubah struktur demografi di daerah etnis Kurdi."

Dalam beberapa hari terakhir, negara-negara dunia, Uni Eropa, Liga Arab, serta lembaga-lembaga regional dan internasional menyebut pendudukan wilayah Suriah oleh militer Turki sebagai agresi, dan menyerukan diakhirinya aksi pendudukan.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyerukan gencatan senjata dan dialog antara tiga pihak yang bertikai pemerintah Suriah, wilayah otonomi Kurdi, dan pemerintah Turki.

Namun, juru bicara pemerintah Turki, Ibrahim Kalin mengatakan ancaman pihak lain tidak akan membuat Ankara menghentikan operasi militer di wilayah Suriah.

Turki diyakini tidak akan mencapai tujuannya di Suriah, dan serangan ini hanya akan menelantarkan ribuan warga Suriah dan menciptakan krisis kemanusiaan di wilayah itu. (RM)

Tags

Komentar