Okt 16, 2019 21:04 Asia/Jakarta
  • kapal tanker Iran, SABITI
    kapal tanker Iran, SABITI

Stasiun televisi Lebanon, Al Mayadeen menilai serangan ke kapal tanker Iran menjadi bukti keputusasaan poros sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, karena Tehran ternyata mampu melanjutkan ekspor minyaknya di tengah kebijakan tekanan maksimum Washington.

Fars News (16/10/2019) melaporkan, situs stasiun televisi Al Mayadeen dalam salah satu artikelnya menganggap serangan ke kapal tanker Iran di Laut Merah memiliki kaitan dengan upaya keras rezim Zionis Israel dalam beberapa bulan terakhir untuk meledakkan kawasan, dan kondisinya yang rapuh.

Menurut TV Lebanon itu, Israel berusaha mendorong kawasan ke dalam sebuah perang besar yang diikuti oleh Amerika, Arab Saudi dan Israel.

"Dalam beberapa bulan terakhir, Israel berusaha mendorong semua pihak ke dalam perang dengan langkah-langkah permusuhannya di Irak, Suriah dan Lebanon," imbuhnya.

Al Mayadeen menjelaskan, media-media Israel dua hari lalu merilis sejumlah data baru dan mengatakan, Israel cemas Amerika akan meninggalkannya sebagaimana sebelumnya telah meninggalkan Kurdi di Suriah.

Oleh karena itu, katanya, kekacauan akan menguntungkan Israel, dan Washington dihadapkan pada opsi-opsi khusus dengan cara menyulut perang dengan Iran.

Televisi Al Mayadeen menganggap serangan ke kapal tanker Iran adalah bukti keputusasaan poros sanksi Amerika terhadap Iran karena kemampuan Tehran melanjutkan ekspor minyaknya padahal ia menjadi target kebijakan Tekanan Maksimum Washington. (HS)

Tags

Komentar