Oct 20, 2019 21:42 Asia/Jakarta
  • Sekjen HIzbullah Sayid Hasan Nasrullah
    Sekjen HIzbullah Sayid Hasan Nasrullah

Sekjen Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah), Sayid Hasan Nasrullah di pidatonya bertepatan dengan Arbain Huseini mendukung protes warga dan berlanjutnya aktivitas pemerintah serta menuntut reformasi fundamental.

Pidato Sayid Hasan Nasrullah ini memiliki poin-poin penting.

Poin pertama, dukungan terhadap hak warga untuk menggelar aksi demo dan penolakan warga terhadap pajak baru. Sayid Hasan Nasrullah terkait hal ini mengatakan, "Pesan demonstran merupakan penekanan atas hal ini bahwa rakyat tidak mampu membayar pajak baru dan faksi politik juga tidak dapat melarang kehadiran warga di jalan-jalan serta aksi protes yang mereka gelar."

Poin kedua, dukungan terhadap berlanjutnya aktivitas pemerintah. Sayid Hasan Nasrullah menekankan bahwa Hizbullah tidak menuntut pembubaran pemerintah. Sejatinya ia menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama dan tidak memanfaatkan protes anti pemerintah untuk kepentingan kubu tertentu.

Dalam pandangan Sayid Hasan Nasrullah pembubaran pemerintah di kondisi saat ini sama halnya dengan mensia-siakan waktu untuk menyelesaikan kesulitan rakyat dan juga dapat membuat Lebanon memasuki fase tanpa pemerintahan.

Dukungan Sayid Hasan Nasrullah terhadap pemerintahan Saad Hariri ditunjukkan ketika Hariri tidak memiliki pandangan positif terhadap Hizbullah dan mayoritasnya selama pertemuan dengan pejabat asing, ia mengkritik Hizbullah dan secara tersirat menginginkan represi lebih besar pihak asing kepada kubu muqawama ini. Dukungan sekjen Hizbullah menunjukkan bahwa ia tidak menginginkan balas dendam politik, tapi menghendaki stabilitas, keamanan dan kemajuan Lebanon lebih dari yang lain.

Poin ketiga dari pidato Sayid Hasan Nasrullah hari Sabtu (19/10) adalah perhatian terhadap keadilan politik. Seraya mengakui bahwa krisis ekonomi di Lebanon serius, dan bahkan Beirut berpotensi menghadapi keruntuhan ekonomi, Sayid Hasan Nasrullah menekankan bahwa kondisi Lebanon saat ini bukan hasil dari kebijakan pemerintah saat ini atau satu tahun atau satu periode, tapi sedikitnya merupakan kumpulan dari beragam kendala yang muncul selama 30 tahun lalu. Oleh karena itu, menurut Sayid Hasan Nasrullah, semua pihak harus bersedia memikul tanggung jawab dan tidak pantas sejumlah pihak yang pernah terlibat di berbagai pemerintahan, kini menyalahgunakan aksi protes warga dan tuntutan mereka untuk memerangi praktek korupsi. Ini menunjukkan rasionalitas dan kebijaksanaan politik sekjen Hizbullah Lebanon.

Poin keempat adalah, penekanan akan adanya korupsi di Lebanon. Sejatinya Sayid Hasan Nasrullah meyakini korupsi dan penghambur-hamburan ratusan juta dolar sebagai pemicu ketidakpercayaan rakyat kepada pemerintah dan penolakan atas pajak.

Sayid Hasan Nasrullah menyebutkan bahwa Lebanon saat ini menyaksikan krisis ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan secara tersirat menyatakan krisis ini sebagai akar dari terbentuknya berbagai protes. Oleh karena itu, sekjen Hizbullah merekomendasikan pemerintah untuk mengubah metede aktivitasnya dan bergerak untuk meraih kepercayaan rakyat.

Poin terakhir adalah sikap Sayid Hasan Nasrullah sebagai manifestasi seorang politikus cinta damai dapat menjadi teladan yang tepat bagi sejumlah pemimpin dan elit politik di negara Arab lainnya. (MF)

 

 

Tags

Komentar