Nov 10, 2019 13:28 Asia/Jakarta

Sekjen Gerakan Ansarullah Yaman, mengatakan lebih dari 120 juta barel minyak Yaman telah dijarah di wilayah yang diduduki oleh koalisi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Abdul Malik Badreddin al-Houthi dalam pidatonya pada perayaan maulid Nabi Saw di kota Sana'a, Sabtu (9/11/2019) menuturkan bahwa berlanjutnya serangan koalisi Saudi terhadap rakyat Yaman akan membawa petaka bagi para agresor.

"Serangan musuh mendorong kemajuan dan pengembangan peralatan militer Yaman. Pihak-pihak yang mengejar perang, sanksi dan ingin membuat Yaman takluk, pada akhirnya mereka akan menderita kerugian," tambahnya seperti dikutip laman Farsnews.

Pemimpin Ansarullah Yaman meminta bangsa-bangsa di kawasan untuk tidak memberikan ruang kepada musuh seperti yang terjadi di Irak dan Lebanon.

"Kegembiraan AS dan rezim Zionis atas apa yang terjadi di Irak dan Lebanon adalah indikasi dari sikap jahat mereka," ungkapnya.

Israel, tegas Badreddin al-Houthi, adalah sebuah rezim penjajah dan jika mereka melakukan sebuah kesalahan, maka rakyat Yaman tidak akan ragu untuk mengumumkan jihad terhadap musuh Zionis. (RM)

Tags

Komentar