Des 06, 2019 16:34 Asia/Jakarta
  • Upaya AS Bangkitkan Kembali Daesh di Irak

Pemimpin Kurdistan Irak, Nechirvan Barzani pada hari Kamis (5/12/2019) mengeluarkan peringatan tentang potensi bangkitnya kembali Daesh di negara itu. Sebelum ini, pasukan relawan rakyat Hashd al-Shaabi juga mengeluarkan peringatan serupa.

Padahal, empat hari lagi Irak akan merayakan ulang tahun kedua kemenangan atas Daesh. Pemerintah Baghdad pada 10 Desember 2017 mengumumkan pembebasan penuh wilayah Irak dari pendudukan kelompok teroris Daesh.

Nechirvan Barzani dalam sebuah statemen mengatakan rentetan serangan teroris yang terjadi di daerah Kirkuk dan Garmian dalam beberapa bulan terakhir, membuktikan bahwa Daesh belum berakhir.

"Teroris Daesh pada Rabu lalu juga menyerang pasukan Peshmerga di daerah Khanaqin," tambahnya.

Lalu, apa yang mendasari kekhawatiran para pejabat Irak, apakah karena Daesh akan bangkit kembali atau karena ada faktor lain?

Tentara Irak dan pasukan Hashd al-Shaabi telah berperang menumpas teroris Daesh sejak tahun 2014 dan membebaskan seluruh wilayah Irak dari pendudukan mereka. Daesh berhasil dihancurkan dan integritas teritorial Irak tetap terjaga.

Namun, tindakan sisa-sisa Daesh di Irak dalam beberapa hari terakhir telah memicu kekhawatiran pemerintah, tetapi ada juga faktor lain yang membuat para pejabat Irak khawatir yaitu peran pemain asing.

Pasukan Hashd al-Shaabi.

Kepentingan beberapa aktor asing, terutama poros Amerika, rezim Zionis, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, akan tercapai selama ketegangan dan kekerasan di Irak terus membara. Mereka akan memanfaatkan teroris Daesh untuk mencapai tujuannya di Irak.

Beberapa media baru-baru ini mengabarkan bahwa militer AS sedang melatih generasi baru teroris Takfiri di kamp al-Hawl, tempat penampungan keluarga teroris Daesh. Kantor berita resmi Suriah (SANA) dalam laporannya menyatakan pasukan AS telah memindahkan lebih dari 600 wanita dan anak-anak anggota keluarga Daesh dari kamp al-Hawl ke wilayah Irak.

Militer Irak dan pasukan Hashd al-Shaabi pada 5 Desember lalu, melakukan operasi besar-besaran untuk menumpas sisa-sisa Daesh di barat Provinsi al-Anbar. Operasi ini bertujuan untuk membersihkan keberadaan sel-sel Daesh di al-Anbar dan mencegah masuknya kembali teroris Daesh ke Irak.

Kekacauan dan krisis saat ini di Irak merupakan faktor lain yang menimbulkan kekhawatiran tentang potensi kebangkitan kembali Daesh. Sebab, kelompok teroris akan terbentuk dan berkembang di negara-negara yang tidak memiliki pemerintahan yang kuat.

Bahkan jika Daesh tidak tampil kembali secara terorganisir di Irak, namun tetap saja ada potensi meningkatnya serangan teror dan aksi peledakan bom di berbagai wilayah negara tersebut.

Untuk menghambat pertumbuhan sel-sel teroris Daesh di Irak, maka kubu-kubu politik perlu mempercepat pembentukan pemerintahan baru dengan dukungan penuh rakyat. (RM)

Tags

Komentar