Des 08, 2019 18:29 Asia/Jakarta
  • Mohammad Ali al-Houthi
    Mohammad Ali al-Houthi

Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman menyabut keputusan perdana menteri Sudan untuk menarik pasukan negara ini dari Yaman.

MNA Ahad (08/12) melaporkan, Mohammad Ali al-Houthi saat merespon statemen PM Sudan Abdalla Hamdok terkait penarikan pasukan negara ini dari Yaman mengatakan, penarikan militer Sudan akan mencegah berlanjutnya pertumpahan darah.

Perdana menteri Sudan hari Jumat seraya menyatakan bahwa militer Sudan akan kembali ke negaranya menekankan, krisis Yaman akan selesai melalui mekanisme politik dan dialog, bukan melalui aksimiliter serta Sudan untuk selanjutnya akan membantu saudara mereka di Yaman untuk menyelesaikan krisis di Sanaa.

Juru bicara militer Yaman, Yahya Saree bulan lalu mengumumkan jumlah tentara Sudan di kaolisi Saudi yang tewas dan terluka di perang Yaman mencapai delapan ribu orang. Ia mengatakan, para pemimpin Yaman telah berbicara terkait peran bangsa Sudan dalam mengakhiri partisipasinya di agresi Yaman serta memperkuat hubungan kedua negara.

Arab Saudi dan sekutunya melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan setelah lebih dari empat tahun membantai ribuan warga sipil dan menghancurkan infrastruktur negara ini, Saudi dan sekutunya gagal meraih ambisinya di Yaman karena perlawanan rakyat negara ini.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) menggunakan tentara bayaran dari berbagai negara untuk melanjutkan perangnya di Yaman. (MF)

 

Tags

Komentar