Des 14, 2019 18:14 Asia/Jakarta
  • Daesh dibentuk AS
    Daesh dibentuk AS

Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai kerja sama antara koalisi AS dengan kelompok teroris di perbatasan Irak dan Suriah dan keterlibatan Arab Saudi dan UEA dalam pembunuhan rakyat Irak.

Isu lainnya tentang statemen ulama Sunni Irak yang mendukung Al Hashd Al Shaabi, mukib pawai Arbain ditetapkan sebagai warisan budaya Dunia UNESCO, ulama Jabal Amil menyatakan Hizbullah membebaskan masjid dan gereja di Suriah, Lieberman menolak ajakan Netanyahu untuk membentuk kabinet koalisi dan Emir Qatar absen di KTT P-GCC.

 

pasukan AS di Irak

 

Koalisi AS Bekerjasama dengan Daesh di Perbatasan Irak-Suriah

Komandan Divisi 44 pasukan Hashd Al Shaabi Irak mengatakan, teroris Daesh terang-terangan dan dengan leluasa melintas di hadapan pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat, dari Suriah menuju Irak.

Hamid Al Yasiri saat diwawancarai situs berita Al Ahed menuturkan, sumber-sumber kami di perbatasan mengabarkan masuknya teroris Daesh dari Suriah ke Irak, secara terang-terangan melalui wilayah-wilayah tertentu di dalam perbatasan. Ia menegaskan, tidak masuk akal jika anasir-anasir teroris Daesh yang masuk ke Irak tidak bisa dikenali, karena udara dan seluruh fasilitas canggih dikuasai mereka (koalisi Amerika).

Komandan Hashd Al Shaabi itu menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh, baru-baru ini lebih dari 150 teroris masuk ke Irak, dan menuju lokasi di dekat Sinjar.

Hamid Al Yasiri menambahkan, pemantauan udara dengan drone canggih dapat melacak setiap orang yang bergerak di wilayah antara Suriah dan Irak, tapi pihak-pihak yang menguasai wilayah Irak, tidak memberikan informasi ini. Jelas yang dimaksud Al Yasiri adalah pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika yang saat ini memegang kontrol zona udara Irak.

 

aksi protes massa di Irak

Asaib Ahl Al Haq: Saudi-UEA Terlibat Pembunuhan Rakyat Irak

Sekjen Gerakan Asaib Ahl Al Haq Irak memperingatkan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi karena ikut terlibat dalam pembunuhan rakyat Irak, dan campur tangan langsung keduanya dalam urusan internal negara ini.

Qais Al Khazali, Minggu (8/12) menyinggung tewasnya sejumlah warga Irak dalam demonstrasi terbaru di Baghdad dan mengatakan, semua sudah mengetahui, beberapa kelompok massa mendapat dukungan dari Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, Saudi dan UEA untuk menghancurkan Irak.

Terkait peringatan yang diberikan para ulama Irak soal campur tangan beberapa negara asing, Khazali menuturkan, kita harus mewaspadai sepak terjang pihak asing, dan melawannya.

Sejak 1 Oktober 2019, rakyat Irak menggelar unjuk rasa memprotes korupsi, pengangguran dan minimnya pelayanan publik di sejumlah kota.

 

Al -Hashd Al-Saabi

Ulama Sunni Irak: Jasa Hashd Al Shaabi Tidak akan Kami Lupakan

Ketua Asosiasi Ulama Sunni Irak mengecam upaya sebagian pihak untuk merusak citra pasukan relawan rakyat Hashd Al Shaabi yang memainkan peran penting dalam kemenangan Irak melawan Daesh.

Syeikh Khalid Al Mala mengatakan, rakyat Irak tidak akan pernah melupakan jasa Hashd Al Shaabi dalam memenangkan perang melawan kelompok teroris Daesh.

Sebagaimana dikutip situs berita Al Ghad, Syeikh Khalid Al Mala menuturkan, peristiwa ini tidak akan terulang, sangat jarang terjadi dan tidak ada duanya di antara bangsa-bangsa dunia, oleh karena itu kita layak bangga, dan pihak pertama yang menang melawan Daesh adalah Hashd Al Shaabi dan aparat keamanan Irak.

Ia menambahkan, hari kemenangan atas Daesh adalah sebuah kebanggaan besar, dan menunjukkan kemampuan kita untuk menang dan menggagalkan seluruh konspirasi. Oleh karena itu, kami mengumumkan protes dan kecaman kami atas semua upaya untuk merusak citra Hashd Al Shaabi dan pengkhianatan terhadap simbol kemenangan dan kekuatan pertahanan kami, juga persatuan nasional Irak.

 

Mukib Arban

Mukib Pawai Arbain Ditetapkan Sebagai Warisan Dunia UNESCO

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB, UNESCO menetapkan pelayanan dan jamuan posko-posko yang didirikan sepanjang jalan yang dilalui peserta pawai Arbain Imam Hussein as, atau Mukib, sebagai warisan dunia.

Fars News (13/12/2019) melaporkan, UNESCO, Kamis (12/12) malam dalam pertemuan Intergovernmental Committee for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage ke-14 di Bogota, Colombia menetapkan jamuan dan pelayanan posko-posko Arbain Imam Hussein as sebagai salah satu warisan spiritual dunia.

Akun resmi UNESCO di Twitter mengucapkan selamat atas momen kebudayaan ini kepada rakyat Irak.

Sejumlah banyak Mukib didirikan di sepanjang jalan yang dilalui peserta pawai Arbain Imam Hussein as dari kota Najaf ke Karbala selama lebih dari 20 hari setiap tahun untuk memberikan berbagai pelayanan cuma-cuma kepada para peziarah termasuk makanan, dan tempat istirahat.

Posko-posko pelayanan Arbain menyediakan makan pagi, siang dan malam secara gratis kepada para peziarah yang sebagian besar dananya berasal dari sumbangan pribadi warga Irak, warga desa dan petani di sekitar Karbala, selain juga donatur dari sejumlah negara lain.

 

Hizbullah Lebanon

Ulama Jabal Amil: Hizbullah Bebaskan Masjid dan Gereja di Suriah

Perhimpunan Ulama Jabal Amil Lebanon mereaksi statemen Uskup Agung Ortodoks-Yunani di Beirut, Elias Odeh dan mengumumkan, poros perlawanan dalam 30 tahun terakhir, membebaskan masjid dan gereja-gereja di Lebanon dan Suriah.

Elias Odeh dalam pidato provokatifnya, menyerang Sekjen Hizbullah, Sayid Hassan Nasrullah dan mengatakan, Lebanon berada di tangan orang yang kalian kenal, dan di tangan kelompok yang memerintah kita dengan senjata.

Ulama Jabal Amil, Selasa (10/12) mengumumkan, Hizbullah dan poros perlawanan selalu melayani rakyat, dan statemen Uskup Agung Ortodoks Beirut bertentangan dengan prinsip hidup rukun di antara pengikut agama Islam dan Kristen.

Salah satu anggota parlemen Lebanon juga menuturkan, tokoh agama, politik dan ekonomi Lebanon harus menjaga keamanan dan stabiltias dalam negeri dalam level kesadaran dan tanggung jawab tertinggi, sehingga bisa ikut membantu menyelesaikan kesulitan hidup masyarakat.

Sebelumnya, Uskup Agung Gereja Roma Ortodoks di kota Quds Palestina menyatakan dukungannya kepada Hizbullah Lebanon, dan mengecam pelecehan Uskup Agung Gereja Ortodoks Beirut, Elias Audi terhadap Hizbullah dan sekjen kubu muqawama ini.

Seperti dilaporkan Qudsna, Atallah Hanna mengatakan, Sayid Hasan Nasrullah dan Hizbullah Lebanon memainkan peran penting dalam membela umat Kristen Suriah dan negara-negara Arab serta seluruh umat Kristen Otodoks di Lebanon, Suriah, Palestina dan seluruh negara Arab menentang sikap uskup agung Beirut.

Sementara itu, Sheikh Ahmad Qabalan, Mufti Lebanon menyatakan, Hizbullah dan sekjennya telah membebaskan Lebanon, berjuang dan mengembalikan kebebasan, independensi serta kedaulatan kepada negara yang telah dijajah.

Sekaitan dengan ini, Mohammad Raad, Ketua Partai Loyalis terhadap muqawama di parlemen mengatakan, statemen ini dirilis oleh tokoh yang ingin mengabaikan faktor sejati krisis dan berusaha mengabaikan penargetan muqawama di Lebanon.

Elias Audi hari Ahad (08/12) dalam sebuah acara di gereja dalam pidato provokatifnya terhadap Sayid Hasan Nasrulalh dan Hizbullah mengklaim, "Negara ini (Lebanon) diatur oleh seseorang yang kalian semua mengenalnya dan juga kelompok dengan kekuatan senjatanya mendominasi negara ini."

 

Lieberman dan Netanyahu

 

Lieberman Tolak Ajakan Netanyahu Bentuk Pemerintahan Koalisi

Ketua Partai Yisrael Beiteinu menolak permintaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk bergabung dengan koalisi sayap kanan.

Avigdor Liebeman, matan menteri peperangan Israel dan ketua Partai Yisrael Beiteinu Selasa (10/12) dini hari mengatakan, Israel dalam koridor sebuah kabinet minoritas akan berada dalam kondisi krisis.

Jika selama dua hari mendatang kabinet gagal dibentuk, maka Israel terpaksa akan menggelar pemilu parlemen ketika di tahun ini.

Di sisi lain, permintaan Nentayahu dirilis ketika ia di Partai Likud sendiri juga tengah menghadapi kesulitan dan sejumlah tokoh separtainya mulai merongrong kepemimpinannya di partai ini. Nentayahu juga menghadapi tiga kasus dakwaan korupsi di pengadilan.

 

Emir Qatar

Emir Qatar Absen di KTT P-GCC

Emir Qatar dilaporkan absen di KTT Dewan Kerja Sama Teluk Persia (P-GCC) di Riyadh, Arab Saudi.

Kantor Berita Qatar, QNA melaporkan, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengutus Perdana Menteri dan Mendagri, Sheikh Abdullah bin Nasser bin Khalifa Al Thani menggantikan dirinya untuk menghadiri KTT P-GCC ke-40 di Riyadh.

KTT ini digelar Selasa (10/12) di kota Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Sementara itu, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz pekan lalu secara resmi mengundang Sheikh Tamim untuk menghadiri KTT P-GCC.

Qatar tahun lalu juga menurunkan tingkat partisipasinya di KTT ini ke level penasihat menteri luar negeri.

Menteri penasihat urusan luar negeri Uni Emirat Arab (UEA) mengkonfirmasi berlanjutnya krisis antara negara-negara Arab kawasan Teluk Persia dengan Qatar.

Anwar Gargash Selasa (10/12) sore di akun twitternya menekankan bahwa mekanisme yang benar dan permanen menguntungkan negara kawasan. Ia juga mengklaim alasan absennya Emir Qatar di KTT Riyadh adalah kesimpulan keliru pemerintah negara tersebut atas sikap Dewan Kerja Sama negara-negara Teluk Persia.

P-GCC dibentuk 25 Mei 1981 dengan partisipasi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman dan Bahrain.

Arab Saudi dan sekutunya (Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain) Juni 2017 memutus hubungan diplomatiknya dengan Qatar karena Doha tidak mengiringi arus Arab pimpinan Riyadh. Selain menjatuhkan sanksi kepada Qatar, Saudi Cs juga menutup perbatasan darat, udara dan lautnya dengan Qatar.

Saudi Cs memberikan 13 syarat untuk memulai hubungan dengan Qatar, namun Doha menilai syarat tersebut melanggar hak kedaulatannya dan sampai saat ini Qatar tidak menjalankan satupun syarat tersebut.(PH)

 

 

 

 

Tags

Komentar