Des 15, 2019 13:59 Asia/Jakarta
  • Mahmoud Abbas
    Mahmoud Abbas

Ketua Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas Sabtu (14/12) mengatakan,bangsa Palestina menentang prakarsa AS "Transaksi Abad" dan tidak akan pernah mengakuinya.

IRIB melaporkan, Mahmoud Abbas saat bertemu dengan delegasi Pusat Pemikiran dan Studi Strategis Mesir di kota Sharm Elsheikh juga mengisyaratkan penangguhan hubungan diplomatik Otorita Ramallah dengan Amerika dan mengungkapkan, selama Presiden AS Donald Trump bersikeras dengan keputusan terbarunya termasuk relokasi kedubes AS dari Tel Aviv ke Quds dan aneksasi Quds ke wilayah pendudukan, Otorita Ramallah tidak akan memiliki hubungan dengan Washington.

Transaksi abad, sebuah rencana baru pemerintah Amerika untuk menghapus hak-hak bangsa Palestina. Rencana ini disusun melalui kerja sama dengan dan kesepakatan sejumlah negara Arab termasuk Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA).

Berdasarkan rencana transaksi abad, Quds akan diserahkan kepada Israel, pengungsi Palestina di negara lain tidak berhak kembali ke tanah airnya dan Palestina hanya terdiri dari wilayah yang terisas di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Dalam koridor transaksi abad, Donald Trump pada 6 Desember 2017 mengakui secara resmi Quds sebagai ibukota Israel dan memutuskan untuk memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Quds.

Pemerintah Amerika merealisasikan keputusannya tersebut pada 14 Mei 2018. Quds dijajah Israel sejak tahun 1967. (MF)

 

Tags

Komentar