Jan 20, 2020 15:25 Asia/Jakarta
  • Adil Abdul Mahdi
    Adil Abdul Mahdi

Seorang anggota Parlemen Irak mengabarkan penolakan perdana menteri negara ini untuk mencabut kesepakatan dengan Cina.

Fars News (20/1/2020) melaporkan, Hassan Khalati, anggota Gerakan Hikmah Nasional Parlemen Irak mengabarkan, Amerika mendesak PM Irak, Adil Abdul Mahdi untuk membatalkan kesepakatan negara itu dengan Cina.

Sebagaimana dikutip situs berita Al Ahed, Khalati menuturkan, 100.000 barel minyak Irak yang akan dikirim ke Cina, merupakan saham OPEC dan berdasarkan kesepakatan dengan Cina, pendapatan dari hasil kesepakatan ini akan digunakan untuk menyelesaikan krisis di sektor properti dan pembangunan jalan Irak.

Ia menambahkan, pendapatan yang dihasilkan dari kesepakatan ini tidak akan masuk ke Bank Federal Amerika, oleh karena itu Washington dengan tegas mendesak pencabutan kesepakatan ini, dan meminta PM Irak dengan bantuan pengacara untuk mencabut kesepakatan tersebut. Namun Abdul Mahdi menolak permintaan itu. (HS)

Tags

Komentar