Jan 20, 2020 20:46 Asia/Jakarta
  • Sheikh Naim Qasem
    Sheikh Naim Qasem

Deputi sekjen Hizbullah Lebanon menekankan, di kondisi saat ini Lebanon harus menghindari konflik tuntutan jatah dan harus bersedia berkorban serta berusaha secepatnya membentuk pemerintah baru.

Seperti dilaporkan FNA, Sheikh Naim Qassem Senin (20/01) mengatakan, pihak-pihak yang terkait dengan pembentukan pemerintah di kondisi istimewa ini harus menghindari konflik pembagian jatah dan pemerintah harus memulai tugasnya.

Sheikh Naim Qassem menjelaskan, Hizbullah terus melanjutkan upayanya untuk membentuk pemerintahan secepat mungkin sehingga kondisi tidak semakin memburuk.

Deputi sekjen Hizbullah juga mengisyaratkan bentrokan terbaru di Beirut dan mengatakan, protes yang diwarnai kekerasan sebuah kerusuhan untuk membuat kodisi semakin rusuh dan krisis kian besar.

Sekaitan dengan ini, Hassan Diab, perdana menteri yang diberi mandat membentuk kabinet Ahad (19/01) malam bertemu dengan Presiden Michel Aoun dan keduanya di pertemuan ini membahas pembentukan pemerintah yang terdiri dari 20 menteri.

Sejumlah pemuda Lebanon yang tidak puas hari Ahad malam dalam sebuah aksi menyerang pusat perbelanjaan, finansial, bank dan perusahaan komunikasi Alfa di Beirut. Aksi ini menimbulkan kerusakan dan kerugian terhadap sarana publik dan pribadi.

Organisasi Bulan Sabit Lebanon mengumumkan, selama bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran, sebanyak 309 demonstran terluka. (MF)

 

Tags

Komentar