Jan 22, 2020 20:59 Asia/Jakarta
  • Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh berpidato pada acara tasyi\' jenazah syahid Soleimani di Tehran.
    Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh berpidato pada acara tasyi\' jenazah syahid Soleimani di Tehran.

Anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan, hubungan Hamas dengan Republik Islam Iran sama sekali tidak berubah dan juga tidak akan berubah di masa depan.

Khalil al-Hayya, seperti dilaporkan televisi al-Alam, Rabu (22/1/2020) menambahkan, dukungan Iran terhadap poros perlawanan selalu berlanjut dan Letnan Jenderal Qasem Soleimani memainkan peran besar dalam hubungan baik Hamas dan Tehran.

Al-Hayya menjelaskan bahwa Hamas telah berubah menjadi bagian dari kebijakan anti-Amerika dan anti-Zionis, yang diadopsi Iran dan Hizbullah Lebanon.

"Hamas juga selalu berada di samping Iran pada masa-masa sulit dan tidak takut terhadap perimbangan politik di kawasan," ucapnya.

Di bagian lain, al-Hayya menegaskan jika rezim Zionis tidak mematuhi kesepakatan dengan Palestina pada tahun 2020, maka poros perlawanan akan memulai kembali serangan rudal ke Israel.

"Rezim Zionis menyetujui tuntutan-tuntutan Hamas secara lisan, tapi dalam praktiknya, mereka selalu melanggar kesepakatan dan memperketat blokade Gaza," ungkapnya. (RM)

Tags

Komentar