Feb 14, 2020 16:25 Asia/Jakarta
  • Sheikh Isa Qassem
    Sheikh Isa Qassem

Pemimpin Gerakan Islam Bahrain, Sheikh Isa Qassem menyatakan Amerika Serikat menentang terwujudnya demokrasi sejati di negara-negara Muslim.

Sheikh Isa Qassem dalam peringatan hari perlawanan rakyat Bahrain di kota Qom, sebelah selatan Tehran, mengatakan, AS selalu menjegal perkembangan demokrasi di negara-negara Muslim, sebab ketika umat Islam bisa meraih kebebasan sejatinya, maka mereka akan mewujudkan nilai-nilai Islam, termasuk di antaranya perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan.

"Spirit melawan kezaliman tetap hidup di sanubari masyarakat Bahrain demi menghadapi penguasa lalim dan korup," ujar ulama terkemuka Bahrain.

Di bagian lain statemennya, Sheikh Qassem menyinggung plot AS-Zionis, "Kesepakatan Abad", dan menilainya sebagai konspirasi untuk menghantam dunia Islam. 

"Inilah ujian bagi Palestina dan semua negara Muslim, dan hari ini seluruh Muslim memiliki kewajiban untuk melawan pengkhianatan besar ini," tutur Sheikh Isa Qassem.

Hari ini, 14 Februari adalah peringatan kesembilan tahun gerakan perlawanan rakyat Bahrain melawan rezim Al Khalifa. Rezim Al-Khalifa telah menangkap lebih dari 11.000 warga Bahrain dengan tuduhan palsu sejak 2011 hingga kini, dan sejumlah lainnya dicabut kewarganegaraannya.(PH)

Tags

Komentar