Feb 16, 2020 21:09 Asia/Jakarta
  • Anak-anak korban utama agresi militer Arab Saudi di Yaman
    Anak-anak korban utama agresi militer Arab Saudi di Yaman

Jet-jet tempur Arab Saudi menyerang distrik al-Masloub di provinsi al-Jawf kemarin yang menewaskan puluhan orang dan melukai puluhan lainnya.

Rezim Al Saud mengklaim serangan ini dilancarkan sebagai aksi balasan terhadap penembakan jet tempurnya oleh militer Yaman. Sehari sebelumnya, militer Yaman berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur milik pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi pada hari  Sabtu, 15 Februari 2020.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengabarkan penembakan jatuh sebuah jet tempur Tornado yang sedang melakukan operasi di zona udara Provinsi Al Jawf di Yaman. Jubir Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan, berkat bantuan Allah Swt, sistem pertahanan udara Yaman berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur Tornado milik koalisi agresor yang tengah melakukan operasi di Jawf.

Dalih yang disampaikan Arab Saudi untuk menjustifikasi serangan berdarah ini tidak memiliki argumentasi yang kuat.

Pertama, jet tempur Tornado ditembak jatuh oleh militer Yaman ketika sedang melancarkan operasi mata-mata. Dengan demikian aksi penembakan tersebut sebagai bentuk pertahanan yang dilakukan militer Yaman terhadap serangan musuh yang memasuki zona udaranya.

Kedua, koalisi Saudi, terutama sejak pertengahan Januari 2020, telah berulangkali menyerang berbagai daerah di Yaman, terutama al-Hudaydah, yang dibalas dengan aksi militer oleh Yaman untuk mengakhiri perang, tetapi rezim al-Saud justru memanfaatkan untuk kepentingannya.

Ketiga, Arab Saudi tidak hanya marah tentang aksi penembakkan jet Tornado, tetapi juga atas posisinya yang terjerembab di rawa konflik Yaman. Di satu sisi, muncul perpecahan tajam di wilayah selatan Yaman antara Dewan Transisi dan pemerintah yang digulingkan, Abd Rabouh Mansur Hadi. Sedangkan di sisi lain, mitranya, UEA menarik pasukannya keluar dari Yaman dan kini Riyadh sendirian dalam perang tersebut.

Selain itu, kekacauan internal di tubuh koalisi Saudi, dan sebaliknya semakin kuatnya kohesi dan integrasi Front Ansarullah dan sekutunya telah memicu kemarahan rezim Al Saud yang ditumpahkan dengan pembunuhan warga sipil Yaman.

 

Jet tempur Saudi ditembak militer Yaman

Lalu pertanyaan pentingnya, bagaimana prospek perang Yaman? Tampaknya serangan berdarah jet tempur rezim Al Saudi di daerah perumahan al-Masloub akan dibalas oleh pihak militer dan komite rakyat Yaman. Beberapa sumber mengatakan unit rudal Yaman menargetkan  jet tempur dan drone di bandara Najran dan beberapa daerah lain di wilayah selatan Arab Saudi. Artinya, Arab Saudi harus menunggu putaran baru serangan balasan Yaman. 

Selain itu, kejahatan terbaru rezim Al Saud di al-Jawf membuktikan kepada dunia bahwa Riyadh tidak serius untuk berunding mencari solusi dalam mengakhiri perang Yaman. Padahal perang telah menciptakan bencana kemanusiaan serius di Yaman selama lima tahun terakhir.(PH)

 

 

Tags

Komentar