Feb 18, 2020 17:16 Asia/Jakarta
  • Aramco, Saudi
    Aramco, Saudi

Surat kabar Lebanon, Al Binaa mengutip sumber di Perancis mengabarkan, pasca insiden serangan ke Aramco, Arab Saudi mengungkapkan keinginan untuk berunding dengan Iran, namun Amerika Serikat meyakinkan Riyadh, tidak perlu berunding.

Fars News (18/2/2020) melaporkan, menurut sumber di Perancis itu, pejabat pemerintah Saudi mengumumkan, setelah fasilitas minyak Aramco pada September 2019 diserang rudal, Riyadh mengungkapkan keinginan untuk berunding dengan Iran, namun Amerika mencegah dan menghalanginya.

Sebagaimana ditulis koran Al Binaa, pemerintah Amerika kepada Saudi mengatakan, pasca pecahnya demonstrasi di Irak, kondisi Lebanon dan Iran akan membaik, dan pemerintahan Iran akan berada dalam posisi yang sulit, maka dari itu Riyadh tidak perlu berunding dengan Tehran.

Ditambahkannya, Saudi percaya perundingan Riyadh-Tehran, terkait sebuah kesepakatan komprehensif, mungkin untuk dilaksanakan, kesepakatan itu meliputi sejumlah banyak isu regional termasuk Yaman dan Lebanon.

Saat itu, imbuhnya, pejabat Saudi mengatakan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan dominasi Hizbullah di Lebanon, di hadapan Yaman, artinya Iran harus meyakinkan Ansarullah untuk menegosiasikan keterlibatan pihak lain dalam pemerintahan Yaman, dan tidak bermain tunggal.

Pejabat Saudi itu menegaskan, Saudi tidak ingin kejadian seperti di Aramco, terulang, karena ini menjadi bencana bagi perekonomian Saudi dan dunia. (HS)

Tags

Komentar