Apr 02, 2020 10:53 Asia/Jakarta
  • Brigjen Esmail Ghaani
    Brigjen Esmail Ghaani

Malam lalu sejumlah media poros Arab, rezim Zionis Israel dan Barat menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait serangan rudal Israel yang menewaskan Komandan Pasukan Qods, Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, Brigjen Esmail Ghaani, dan Kepala Pusat Pengkajian Strategis Militer Iran, Brigjen Ahmad Reza Pourdastan.

Di tengah penyebaran Virus Corona yang melanda sekitar 200 negara dunia termasuk Amerika Serikat dan negara Eropa, serta tingginya angka kematian akibat virus ini di Amerika, Perancis, Spanyol dan Italia yang melampaui Cina, dalam seminggu terakhir Washington melakukan sejumlah manuver di Irak yang mengalihkan perhatian publik dunia.

Langkah Amerika tersebut menimbulkan dugaan adanya upaya perang psikologis negara ini terhadap Iran dan sekutunya di kawasan.

Indikasi pertama adalah perang psikologis Amerika yang dilakukan sebagai ancaman. Surat kabar New York Times, minggu lalu menulis, Departemen Pertahanan Amerika, Pentagon mengeluarkan surat edaran rahasia yang memerintahkan jajaran komandan militernya untuk menyusun rencana peningkatan manuver di Irak, dan skema penghancuran salah satu kelompok perlawanan di negara itu.

Indikasi kedua, setelah ancaman disadari semua pihak, pergerakan militer termasuk pemindahan pasukan dilakukan oleh Amerika. Selain mengosongkan tiga pangkalan militernya yaitu Al Qaim, Al Qayyarah dan K-1, lalu menyerahkan ketiga pangkalan militer tersebut kepada Irak, dan menarik sejumlah diplomatnya, Amerika juga mengabarkan penerbangan jet tempur F-14 dan F-15 di langit Irak, dan penempatan peralatan militer baru seperti rudal Patriot di negara ini.

Indikasi ketiga dibentuk oleh media. Media Arab, Barat dan Israel melakukan peliputan luas terkait pergerakan militer Amerika di Irak, termasuk mengabarkan kemungkinan serangan Amerika ke Iran dan sekutunya di Irak dalam waktu dekat.

Analis di The Washington Institute for Near East Policy, Michael Knights mengatakan, target terdekat Pentagon dalam menyerang Brigade Hizbullah Irak adalah staf pimpinan organisasi ini, markas, dan gudang senjatanya. Selain itu serangan lebih luas akan menyasar target-target Brigade Hizbullah di seluruh Irak dan Suriah.

Indikasi keempat, langkah berikutnya Amerika dimulai malam lalu, dan media afiliasi negara ini mengabarkan tewasnya Komandan Pasukan Qods, IRGC, Brigjen Esmail Ghaani, dan Kepala Pusat Pengkajian Strategis Militer Iran, Brigjen Ahmad Reza Pourdastan, di Suriah.

Stasiun televisi afiliasi Arab Saudi, Iran International adalah media yang pertama kali menyebarkan hoaks ini, kemudian diikuti oleh sejumlah media lain. Berita bohong ini langsung dibantah media-media Iran, sehingga terungkap bahwa dalam seminggu terakhir Amerika melancarkan perang psikologis baru terhadap Republik Islam Iran, dan sekutunya di kawasan.

Salah satu anggota Biro Politik Gerakan Al Nujaba Irak, Fares Al Yasser menuturkan, Amerika berharap bisa melancarkan perang psikologis terhadap pasukan perlawanan, dan gerakan Islam, serta menekan Irak.

Perang psikologis gencar yang dilakukan Amerika baru-baru ini disinyalir bertujuan untuk mempertahankan posisinya di Irak, agar bisa terus mencampuri dan mempengaruhi kebijakan politik negara ini termasuk proses pembentukan kabinet baru di bawah kepemimpinan Adnan Al Zurufi. (HS)

Tags

Komentar