Apr 04, 2020 16:04 Asia/Jakarta
  • Pasukan Irak
    Pasukan Irak

Transformasi Asia Barat selama beberapa hari terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai menuver baru AS di Irak dan reaksi dari militer Irak menyikapinya.

Selain itu, masalah penumpasa teroris Daesh yang masih bercokol di Irak, menkes Israel dinyatakan positif terinveksi corona, militer Israel sengaja menyebarkan virus corona di Palestina, Sekjen Hizbullah Lebanon menyatakan AS kewalahan tangani Covid-19, dan Houthi Yaman meminta Saudi menerima mediasi negara lain.

 

pangkalan militer Ain Al-Assad

 

AS Pindahkan Kedubesnya di Irak ke Ain Al Assad

Bersamaan dengan penarikan pasukan Amerika Serikat dari beberapa pangkalan militernya di Irak, sebuah sumber terpercaya mengabarkan rencana pemindahan kedutaan besar Amerika dari Baghdad ke pangkalan Ain Al Assad.

Fars News (30/3/2020) melaporkan, sebuah sumber terpercaya, Senin (30/3) kepada situs berita Al Malooma mengabarkan rencana pemindahan Kedubes Amerika di Baghdad ke pangkalan militer Ain Assad di barat Al Anbar, Irak.

Tanpa menyebut identitas sumber tersebut, Al Malooma menulis, pasukan Amerika telah memperluas pangkalan udara Ain Al Assad, dan laporan rahasia menyebutkan pejabat Amerika akan memindahkan kedubes negara itu dari Baghdad ke Ain Al Assad.

Sumber itu menambahkan, serangan bertubi-tubi ke kedubes Amerika di Baghdad memaksa Washington mencari lokasi alternatif untuk kedubesnya di Irak.

Menurut sumber itu, semua bukti menunjukkan bahwa pangkalan udara Ain Al Assad adalah opsi paling tepat untuk lokasi baru kedubes Amerika, karena ia dikelilingi wilayah gurun, dan dianggap sebagai tempat yang aman, dan pesawat tempur Amerika selama 24 jam terbang di atas pangkalan tersebut.

 

Pasukan Irak

 

Militer Irak tidak Terpengaruh dengan Manuver Pasukan AS

Kementerian Pertahanan Irak menyatakan bahwa penarikan pasukan AS dari beberapa pangkalannya di negara ini, tidak mempengaruhi keamanan Irak dan operasi penumpasan teroris Daesh.

Juru bicara Kemenhan Irak, Yahya Rasool pada Rabu (1/4/2020) mengatakan militer Irak telah menciptakan keamanan negara dan menumpas teroris Daesh, dan sedang memerangi anasir teroris yang tersisa.

"Irak memiliki kemampuan dan kesiapan besar untuk mengejar teroris Daesh," tegasnya.

Sementara itu, militer Irak bersama pasukan Hashd al-Shaabi berhasil menangkal serangan teroris Daesh di kota Khanaqin, Provinsi Diyala. Operasi ini menewaskan empat teroris Daesh.

Pasukan AS telah mengosongkan beberapa pangkalannya di Irak selama dua pekan terakhir. Menurut beberapa sumber Irak, AS mengkhawatirkan berlanjutnya serangan pasukan perlawanan Irak ke pangkalan mereka.

 

 

Al-Hashd Al-Shaabi

 

Al-Hashd Al-Shaabi Lancarkan Operasi Tumpas Daesh di Timur Irak

Komando operasi pasukan relawan rakyat Irak, Al-Hashd Al-Shaabi mengumumkan dimulainya operasi pencarian dan pembersihan pangkalan teroris Daesh di provinsi Diyala.

Taleb al-Musawi yang memimpin operasi ini hari Rabu (1/4/2020) mengatakan, operasi pencarian dan pembersihan pangkalan teroris di daerah utara Al-Miqdadiyah dilancarkan bekerja sama dengan tentara dan polisi Irak.

"Pasukan Al-Hashd Al-Shaabi telah memulai operasi dari distrik al-Aliya al-Tanaira ke daerah Al-Sudur, dan kelompok lain melancarkan operasi di daerah al-Khilaniyah di provinsi Diyala," ujar Al-Musawi.

Meskipun kelompok teroris Daesh mengalami kekalahan fatal di Irak, tapi sebagian kecil anggotanya masih beroperasi secara diam-diam di negara Arab ini dengan dukungan kekuatan asing, termasuk AS.

Sebelumnya, Komandan Al-Hashd al-Shaabi Irak, Ali Al-Husaini mengatakan, AS hingga kini masih melindungi Daesh, dan menghalangi langkah pasukan Irak untuk menumpas total kelompok teroris ini.

PM dan Menkes Rezim Zionis

 

Menkes Israel Dinyatakan Positif Corona

Menteri Kesehatan rezim Zionis, Yaakov Litzman dan istrinya dinyatakan positif virus Corona dan berada dalam karantina.

Seperti dilansir The Jerusalem Post, Kamis (2/4/2020), beberapa pejabat tinggi Israel terinfeksi virus Corona termasuk Penasihat Keamanan Netanyahu, Meir Ben-Shabbat dan Dirjen Kementerian Kesehatan Israel, Moshe Bar Siman Tov. Mereka sekarang sedang menjalani karantina.

Setelah Meir Ben-Shabbat dinyatakan positif Corona, Netanyahu dan wakilnya menjalani karantina dan hari ini ia tampil di depan publik setelah hasil tesnya diketahui negatif Corona.

Sementara itu, Kementerian Peperangan Israel telah mengubah pabrik rudal sebagai tempat untuk memproduksi alat bantu pernapasan guna menutupi kekurangan alat kesehatan.

Penyebaran virus Corona di Israel telah mencapai 6,211 kasus dan 30 orang meninggal dunia.

 

 

Militer Israel Sengaja Sebarkan Virus Corona di Palestina

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Otorita Ramallah Palestina mengatakan, militer rezim Zionis Israel secara sengaja menularkan Virus Corona di tengah warga Palestina.

Fars News (1/4/2020) melaporkan, Gasan Nemr menuturkan, militer Israel dan pemukim Zionis secara sengaja menyebarkan Virus Corona di tengah masyarakat Palestina.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Hadath, Gasan Nemr menjelaskan, militer Israel dan pemukim Zionis terbiasa menciptakan masalah dan ketegangan di tengah warga Palestina, maka dari itu mereka juga berusaha menyebarkan Virus Corona di antara warga Palestina.

Ia menambahkan, komite-komite rakyat dan pertahanan kota Palestina saat ini tengah melakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan di wilayah-wilayah yang biasa dilalui Zionis.

Kemendagri Palestina, Selasa (31/3) mengumumkan tujuh kasus baru infeksi Virus Corona, sehingga jumlah total pasien Corona di wilayah pendudukan mencapai 115 orang.

 

Sekjen Hizbullah, Hassan Nasrullah

 

Sekjen Hizbullah: AS Kewalahan Tangani Covid-19 !

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah menyebut pemerintah AS kewalahan menghadapi Covid-19, sehingga penanganannya akan menelan waktu yang relatif panjang.

Sayid Nasrullah dalam wawancara dengan Fars News Sabtu (28/3/2020) menyinggung dampak virus corona terhadap konstelasi dunia.

"Dunia pasca krisis corona akan membentuk sebuah konstelasi baru," ujar Sekjen Hizbullah Lebanon.

"Pengaruh penyebaran virus corona melebihi Perang Dunia Pertama dan Kedua, bahkan negara besar seperti Amerika Serikat kewalahan menghadapi Covid-19," tegasnya.

Seyyed Hassan Nasrallah menyerukan semua pihak mengambil pelajaran dalam perkembangan saat ini di dunia, dan menekankan bahwa setiap orang harus fokus pada upaya untuk menangani virus Corona sebagai musuh bersama.

Di bagian lain statemennya, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menyinggung serangan koalisi agresor rezim Al Saud terhadap Yaman di tengah penyebaran virus Corona, dengan mengatakan, "Dunia harus meneriakkan penghentian perang di Yaman."

"Ketika publik dunia berpikir untuk menghentikan bentrokan dan mencari cara untuk mengatasi Covid-19, Arab Saudi justru melanjutkan penyerangan terhadap rakyat Yaman yang tertindas," pungkasnya.

 

Mohammad Ali Al-Houthi

 

Houthi Yaman Minta Saudi Terima Mediasi Negara Lain

Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman, Mohammed Ali al-Houthi mengajak koalisi pimpinan Arab Saudi untuk menerima mediasi 12 negara dan PBB demi mencapai sebuah solusi mengakhiri perang Yaman.

"Sebuah komposisi dari empat negara Arab, empat negara Muslim, tiga negara Asia dan Rusia bersama PBB, dapat menjadi mediator untuk mencapai solusi politik dan mengakhiri perang Yaman," tulis Ali al-Houthi di akun Twitter-nya, Rabu (1/2/2020).

Negara yang diusulkan jadi mediator adalah Aljazair, Tunisia, Mesir, Irak, Pakistan, Malaysia, Indonesia, Sierra Leone, Rusia, Cina, Korea Selatan, dan Jepang.

Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lain, melancarkan serangan ke Yaman sejak Maret 2015 dan kemudian menutup akses negara itu ke dunia luar.

Agresi Saudi dan sekutunya telah menewaskan lebih dari 16 ribu warga Yaman, melukai puluhan ribu lainnya, dan menyebabkan jutaan orang terlantar.(PH)

 

 

 

Tags

Komentar