Apr 06, 2020 11:59 Asia/Jakarta
  • Ziyad al-Nakhalah, Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina
    Ziyad al-Nakhalah, Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina

Sekretaris jendral Gerakan Jihad Islam Palestina pada Minggu (05/04/2020) malam menjelaskan bahwa kehidupan rakyat Palestina terancam dengan pengepungan berkelanjutan Jalur Gaza seraya mengatakan, "Zionis harus memilih antara mengakhiri blokade atau pergi sembunyi di bunker."

Menurut laporan IRNA, Ziyad al-Nakhalah, Sekjen Jihad Islam Palestina menyinggung soal penyebaran virus Corona di Jalur Gaza dan menjelaskan, "Zionis harus mengetahui bahwa melanjutkan blokade dan ilusi bahwa Zionis Israel akan aman tidak akan membantu mereka."

Al-Nakhalah menekankan bahwa blokade Jalur Gaza harus segera dibatalkan dan menambahkan, "Perlawanan di setiap waktu siap untuk membela rakyat Palestina dan berperang untuk kehidupan yang bermartabat."

Nikolay Madenov, Koordinator PBB urusan Asia Barat

Nikolay Madenov, Koordinator PBB urusan Asia Barat hari Senin pekan lalu dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang diselenggarakan secara virtual untuk membicarakan masalah Palestina, menyebut infrastruktur kesehatan di Gaza sangat rapuh. Ia mengatakan, "Penyebaran wabah virus Corona membuat daerah ini menghadapi bahaya yang lebih besar."

Banyak organisasi hak asasi manusia dalam beberapa hari terakhir juga telah memperingatkan tentang penyebaran wabah coronavirus di Jalur Gaza, yang menampung hampir 2 juta warga Palestina.

Akibat blokade Jalur Gaza, daerah itu menghadapi kekurangan obat-obatan dan peralatan medis.

Rezim Zionis telah mengepung Jalur Gaza sejak 2006, mencegah barang-barang pokok seperti bahan bakar, makanan dan obat-obatan memasuki wilayah tersebut.

Tags

Komentar