Apr 08, 2020 16:02 Asia/Jakarta

Badan intelijen rezim Zionis Israel (Mossad) meluncurkan operasi rahasia internasional pekan lalu untuk menerbangkan hingga 100.000 kit uji virus corona, Covid-19 meskipun upaya ini mungkin sia-sia karena bagian-bagian penting dari alat tersebut dilaporkan hilang.

Menurut the Guardian, kerahasiaan operasi tersebut disebabkan ratusan ribu kit itu diperoleh dari setidaknya dua negara (yang tidak disebutkan namanya) yang tidak memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Israel, di mana ini berarti Tel Aviv tidak dapat secara terbuka membelinya.

Israel mempertahankan hubungan tingkat rendah dengan beberapa negara di Asia Barat, terutama negara-negara Teluk Persia, yang tidak secara resmi mengakuinya sebagai protes terhadap perlakuannya terhadap Palestina.

Selain itu, kemungkinan juga Israel dan produsen tidak ingin terlihat mengirimkan alat tes Covid-19 ke luar negeri saat menghadapi wabah virus ini.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan yang untuk mengkonfirmasi operasi Mossad tersebut.

"Kami sepenuhnya memanfaatkan semua kemampuan negara untuk membantu menangani virus corona, termasuk Mossad dan badan-badan lainnya," kata pernyataan kantor PM Israel seperti dikutip the Guardian.

Pernyataan itu lebih lanjut menyinggung kemungkinan bahwa kit tersebut tidak dapat digunakan, dan menegaskan, peralatan yang tiba di Israel diperlukan dan penting.

Situs berita Israel, Ynet sebelumnya mengutip Wakil Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel Itamar Grotto, yang mengatakan bahwa kit-kit itu tidak mengandung swab, yang digunakan untuk mengambil sampel dari hidung atau bagian belakang tenggorokan.

"Sayangnya, apa yang tiba bukanlah kekurangan yang kita miliki," ujarnya.

Penyiar lokal Channel 12, yang pertama kali melaporkan operasi Mossad dengan mengatakan bahwa Mossad berniat untuk membawa sekitar 4 juta kit dari beberapa negara.

Saat ini, rezim Zionis mati-matian berusaha meningkatkan kemampuan pengujiannya untuk melacak dan mengendalikan penyebaran Covid-19.

Hingga Rabu pagi, 8 April 2020, 9.006 warga Israel terinfeksi Covid-19, dan 61 dari mereka tewas. (RA)

Tags

Komentar