Apr 14, 2020 11:28 Asia/Jakarta
  • Pasukan Hizbullah Lebanon
    Pasukan Hizbullah Lebanon

Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassim menyatakan bahwa pasukan front perlawanan saat ini dalam kondisi siaga penuh menghadapi setiap potensi serangan musuh.

"Front perlawanan saat ini memiliki kesiapan penuh, seolah-olah perang akan terjadi besok," kata Sheikh Naim Qassim hari Senin (13/4/2020).

"Ketika Israel menginvasi Lebanon pada April 1996 lalu, poros perlawanan bersama dengan militer dan rakyat Lebanon berhasil mengusir rezim Zionis secara memalukan," tegas wakil Sekjen Hizbullah Lebanon.

Agresi rezim Zionis 24 tahun lalu menjadikan Hizbullah memiliki hak untuk membela diri dan siap menembakkan rudalnya ke arah musuh yang akan menyerang.

"Front perlawanan berhak untuk menembakkan rudal jika musuh menyerang warga sipil," papar Sheikh Qassim

Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon juga menekankan kesiapan tim medis dan kesehatan front perlawanan untuk bekerja dengan pemerintah dalam perang melawan Covid-19. 

Pada 18 April 1996, rezim Zionis menyerang wanita dan anak-anak Lebanon yang berusaha menyelamatkan diri di markas PBB di desa Qana, tetapi rezim Zionis memborbardir tempat tersebut.

Investigasi PBB menunjukkan serangan rezim Zionis dilakukan secara sengaja, sehingga kemudian disebut sebagai pembantaian Qana. Meskipun terbukti bersalah, tapi hingga kini tidak ada sanksi yang dijatuhkan organisasi internasional terhadap Israel, karena selalu dibela AS.(PH)

 

Tags