May 19, 2020 17:37 Asia/Jakarta

Arab Saudi dilaporkan telah meminta anggota-anggota rezim mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang tinggal di Riyadh untuk pergi dan menangguhkan dukungan keuangan yang diberikan kepada mereka.

Keputusan itu muncul setelah harga minyak merosot dan pandemi virus Corona, COVID-19 telah membebani kerajaan Arab Saudi dengan krisis keuangan terburuk dalam beberapa dekade.

Arabi21 mengutip seorang pejabat pemerintahan Mansur Hadi pada hari Jumat, 15 Mei 2020 menulis, pihak berwenang Arab Saudi telah memberi tahu para pejabat dan staf kepresidenan Yaman dan kantor perdana menteri, serta sejumlah kementerian, tentang keputusan mereka.

Sumber yang berbicara dengan syarat anonim itu mencatat bahwa keputusan itu menargetkan para pejabat di kepresidenan dan kabinet, termasuk wakil menteri, di tambah mereka yang telah tiba di Arab Saudi sebelumnya dan ditampung di hotel-hotel untuk waktu yang singkat sebelum dipindahkan ke apartemen dengan biaya Riyadh.

Menurut klaim sumber itu, "tidak semua pejabat dan pegawai Yaman ditampung atas biaya pemerintah Arab Saudi" dan bahwa "sebagian besar staf pemerintah hidup dengan biaya mereka sendiri".

Sebuah dokumen yang dikeluarkan pada 13 Mei dan diedarkan di media sosial menunjukkan bahwa pejabat dan staf Mansur Hadi yang tinggal di Riyadh telah diberitahu bahwa pembayaran terakhir Arab Saudi akan diberikan pada akhir Mei.

Menurut dokumen itu, siapa pun yang ingin tinggal atau memperpanjang tempat tinggal mereka di Riyadh setelah 31 Mei akan membayar biaya sendiri.

Awal pekan ini, Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan biaya hidup dan menaikkan pajak pertambahan nilai tiga kali lipat dalam upaya untuk meningkatkan keuangan negara yang dihantam oleh wabah virus Corona, COVID-19 dan anjloknya harga minyak.

Langkah-langkah penghematan tersebut diumumkan Arab Saudi setelah kerajaan ini melaporkan defisit anggaran hingga $9 miliar pada kuartal pertama 2020.

Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed al-Jadaan dalam sebuah pernyatan mengatakan, langkah-langkah ini menyakitkan tetapi perlu untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan dalam jangka menengah dan panjang dan mengatasi krisis virus Corona yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan kerusakan dan kerugian sekecil mungkin.

Arab Saudi terjebak dalam perang di Yaman yang memerlukan biaya yang sangat  mahal. Riyah meluncurkan agresi militer ke Yaman pada Maret 2015 sebagai upaya untuk mengembalikan kekuasaan bonekanya, Mansur Hadi di Yaman.

Namun, lebih dari lima tahun dalam agresi yang didukung Amerika Serikat dan Barat itu, Arab Saudi tidak mencapai tujuannya, tetapi justru menyeret Yaman ke dalam apa yang PBB katakan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Selama beberapa tahun terakhir, sebagian besar anggota dan staf  Mansur Hadi telah tinggal di Riyadh dan Jeddah dengan biaya dari pemerintah Arab Saudi. (RA)

Tags

Komentar