May 29, 2020 12:58 Asia/Jakarta
  • Uni Eropa
    Uni Eropa

Departemen Luar Negeri Suriah Kamis (28/05/2020) malam menyebut perpanjangan sanksi Uni Eropa terhadap Damaskus sebagai langkah memalukan yang mengekor kejahatan anti kemanusiaan AS.

Seperti dilaporkan FNA, Deplu Suriah mengecam langkah Uni Eropa ini, dan menilai Uni Eropa tidak memiliki independensi dalam mengambil keputusan.

Uni Eropa hari Kamis memperpanjang sanksinya terhadap Suriah selama satu tahun lagi.

Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell dalam statemennya mengumumkan bahwa sanksi organisasi ini terhadap Suriah akan diperpanjang hingga Juni 2021, dan menuding pemerintah Suriah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Saat ini sebanyak 273 tokoh dan 70 lembaga yang berkaitan dengan pemerintah Suriah dicantumkan dalam list sanksi Uni Eropa dengan alasan tak berdasar.

Uni Eropa dan Amerika sejak tahun 2011 menjatuhkan beragam sanksi kepada pemerintah Suriah demi mendukung para teroris.

Krisis di Suriah meletus sejak tahun 2011 seiring dengan serbuan besar-besaran kelompok teroris dukungan Arab Saudi, AS dan sekutunya untuk mengubah konstelasi kawasan demi kepentingan rezim Zionis Israel.

Suriah sebagai salah satu anggota poros muqawama memainkan peran utama dalam melawan konspirasi dan aksi-aksi poros AS-Zionis-Saudi di kawasan. (MF)

 

Tags

Komentar